Menteri Bahlil gandeng Pindad untuk kembangkan tabung CNG 3 kg - ANTARA News Jambi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan akan menggandeng PT Pindad, BUMN yang bergerak di bidang industri militer dan komersial, untuk mengembangkan tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg).

“Kami akan melakukan dengan Pindad nanti,” ujar Bahlil setelah menghadiri acara pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa.

Bahlil menyampaikan bahwa hingga saat ini, tabung CNG berukuran 3 kg masih dalam proses uji coba di China.

Kerja sama pengembangan CNG 3 kg dengan Pindad, kata Bahlil, akan dilakukan setelah proses uji coba di China dinyatakan selesai.

Baca juga: Wamen ESDM: Jargas CNG percepat akses energi di wilayah tanpa pipa

“Kalau di sana sudah selesai, baru kami lakukan tindakan lebih lanjut,” kata Bahlil.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan sampel tabung CNG 3 kg akan selesai diuji di China pada akhir Juli, kemudian dikirim ke Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk dilakukan uji coba di Indonesia.

Setelah proses uji coba di Indonesia, Laode menyampaikan pemerintah akan mulai memperkenalkan CNG 3 kg kepada masyarakat.

“Uji cobanya di kota-kota besar dulu, mungkin salah satunya adalah di Jawa Barat dulu,” kata Laode.

Laode tidak menyampaikan berapa jumlah tabung yang akan diujicobakan. Saat ini, tutur dia, yang menjadi perhatian dari pemerintah adalah faktor keamanan dan mekanisme persiapan CNG 3 kg kepada masyarakat.

“Ini masih dibahas skema uji cobanya seperti apa. Insyaallah uji cobanya bulan depan,” ucap Laode.

CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.

Baca juga: Pertagas nyatakan siap dukung penerapan CNG 3 kg gantikan LPG

Menurut Bahlil, tantangan utama dalam uji coba adalah aspek teknis karena tekanan gas CNG sekitar 200 hingga 250 bar, lebih kuat apabila dibandingkan dengan LPG yang tekanannya berada di kisaran 5–10 bar.

Ia mengatakan pemerintah terus mengkaji penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna mengurangi ketergantungan impor energi, sehingga uji coba harus terus dilakukan.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.