Menteri P2MI ajak pemuda raih peluang kerja global di Pasim IJF 2026

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengajak para pemuda untuk meraih peluang kerja global saat membuka Pameran Kerja Internasional atau Pasim International Job Fair (IJF) 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PASIM, Sukabumi, Jawa Barat, Senin.

"Kegiatan ini menjadi semakin penting mengingat data BPS Tahun 2026 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Sukabumi masih mencapai 8,19 persen dengan 29.871 penduduk belum bekerja," kata Mukhtarudin saat memberikan sambutan di pameran tersebut, sebagaimana keterangan resmi KP2MI di Jakarta, Senin.

Menteri P2MI itu menyebut angka pengangguran di Sukabumi berada di atas rata-rata Jawa Barat sebesar 6,77 persen. Karena itu, peluang kerja yang legal dan profesional di luar negeri, menurutnya, bisa memberikan kesempatan untuk masyarakat mengakses pasar kerja global.

Ajang Pasim International Job Fair 2026 menghadirkan 30 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) terkemuka dengan membuka lebih dari 5.000 peluang kerja luar negeri di berbagai sektor strategis, seperti konstruksi, hospitality, manufaktur, dan pertanian untuk negara tujuan Jepang, Korea Selatan, hingga kawasan Eropa.

Pameran kerja internasional itu berlangsung selama dua hari, dari Senin hingga Selasa (27–28 Juli 2026).

Sementara itu, selain memberikan sambutan di pameran kerja tersebut, Mukhtarudin juga meluncurkan Program SMK PASIM Go Internasional. Peluncuran tersebut menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan ekosistem pendidikan vokasi dengan standar industri dunia.

Program tersebut membekali para siswa dengan kompetensi kerja, penguasaan bahasa asing, sertifikasi internasional, dan jaminan penempatan resmi.

Guna mendukung kesiapan peserta, pameran kerja tersebut juga dilengkapi dengan layanan psikotes gratis berbasis Artificial Intelligence. Selain itu, hadir pula dukungan pembiayaan KUR Pekerja Migran Indonesia melalui kolaborasi dengan Bank BJB, Bank BJB Syariah, BNI, dan Bank Mega Syariah.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi Punjul Hayat dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Pasim International Job Fair 2026 memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi bursa kerja pertama yang secara khusus memfokuskan diri pada peluang karier luar negeri.

"Jika biasanya job fair bersifat domestik atau campuran, kali ini kita benar-benar fokus pada pasar kerja internasional. Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Sukabumi, melainkan terbuka luas bagi seluruh calon tenaga kerja dari berbagai daerah di Indonesia," kata Punjul.

Dia juga menekankan pentingnya peran LPK lokal dalam membangun reputasi daerah sebagai pusat pencetak tenaga kerja berkualitas global. Ia memberikan analogi menarik mengenai potensi daerahnya.

"Jika Palabuhan Ratu sangat terkenal dengan keindahan pantai dan lautnya, maka Kota Sukabumi harus dikenal dengan keunggulan LPK-nya. Lembaga Pelatihan Kerja akan menjadi daya tarik utama sekaligus ikon baru bagi Kota Sukabumi dalam melahirkan SDM yang kompeten dan siap bersaing di kancah internasional," demikian katanya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.