Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyerahkan bantuan kebutuhan spesifik untuk perempuan dan anak terdampak gempa di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
"Kami atas nama Kementerian PPPA dengan seluruh mitra turut berempati atas kondisi saat ini dan inilah yang sementara ini bisa kami lakukan. Mohon maaf karena baru dapat hadir langsung di NTT. Namun, kami memastikan dukungan akan terus diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.
Hal itu disampaikan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, NTT, Rabu.
Ia mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT dan tujuh kabupaten untuk memetakan kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak.
Hasil pendataan tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam mengajak sejumlah organisasi mitra KemenPPPA untuk memberikan bantuan, khususnya bagi perempuan dan anak.
Bantuan yang terkumpul mencapai sekitar 30 ton, dan baru sebagian yang bisa dibawa ke NTT karena keterbatasan transportasi.
Bantuan tersebut difokuskan pada kebutuhan spesifik perempuan dan anak, seperti pakaian tidur, pembalut, popok, susu, makanan bayi, biskuit, serta bubur bayi.
"Yang sudah terkumpul sekitar 30 ton tetapi karena keterbatasan transportasi, yang kami bawa baru sebagian. Jadi nanti mohon ini dikoordinasikan akan dialokasikan kemana saja yang membutuhkan agar kami lebih fokus kepada kebutuhan spesifik untuk perempuan dan anak," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Sementara Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit mengatakan kedatangan Menteri PPPA menguatkan semangat masyarakat NTT.
"Terima kasih banyak memberi penguatan kepada kami, terlepas dari apapun yang Bapak Ibu akan bawa kepada kami, tapi hari ini kehadiran saja lebih dari cukup untuk masyarakat kami," kata Herybertus.
Sementara itu, Kepala Dinas PPPA Kabupaten Manggarai Timur Pranata Kristiani Agas melaporkan bahwa per Senin (24/8) malam, data di Kabupaten Manggarai Timur, total pengungsi ada sebanyak 31.657 jiwa yang tersebar di tiga posko BPBD dan 661 posko mandiri.
Korban meninggal ada 34 orang, yang mayoritas anak-anak dan perempuan.
Jumlah masyarakat terdampak dari kelompok rentan terdiri dari 12.725 perempuan, 6.972 anak-anak, 19 disabilitas, dan 1.635 lansia.
"Kami komitmen untuk mulai masuk di kelompok-kelompok rentan dan tentunya sekali lagi keterbatasan yang ada di Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur kami membutuhkan dukungan Bapak Ibu sekalian. Untuk dignity set dan kids set ini yang masih menjadi perhatian kami," kata Kristiani.
Pewarta: Anita Permata Dewi
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.