Jakarta -
Veda Ega Pratama punya modal berharga jelang menghadapi Moto3 Jepang 2026 di Sirkuit Motegi. Pebalap Honda Team Asia itu memiliki pengalaman manis di sirkuit tersebut sejak masih berkompetisi di Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) tahun 2023 lalu.
Veda akan kembali turun di Motegi pada seri ke-16 Moto3 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2-4 Oktober mendatang. Seri ini menjadi kesempatan Veda untuk kembali mengumpulkan poin setelah sebelumnya finis ke-13 pada Moto3 Austria.
Pebalap asal Gunungkidul, DIY, itu punya pengalaman berharga di Sirkuit Twin Ring Motegi. Pada balap IATC 2023, Veda berhasil menyapu bersih dua kemenangan dalam dua race.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, putaran kedua IATC 2023 digelar di Twin Ring Motegi pada 30 September-1 Oktober 2023. Veda mengawali race pertama dari posisi keenam, tetapi mampu langsung masuk ke grup terdepan.
Momen Veda Ega Pratama Juara di IATC Jepang 2023 Foto: Dok. Astra Honda Motor
Dalam persaingan ketat dengan pebalap tuan rumah, Veda mampu menjaga ritme hingga menemukan momentum untuk melakukan overtake. Ia kemudian finis pertama dan mengamankan kemenangan.
Pada race kedua, Veda kembali menunjukkan konsistensinya. Ia mampu mempertahankan performa sepanjang balapan hingga akhirnya menciptakan jarak dengan para rival menjelang garis finis.
Hasil tersebut membuat Veda kembali finis di posisi pertama sekaligus mengumandangkan lagu Indonesia Raya untuk kedua kalinya di Motegi. Saat itu, Veda juga memimpin klasemen sementara IATC 2023 dengan 95 poin. Di akhir musim, Veda sukses menjadi juara IATC 2023, sekaligus mencetak sejarah buat dunia balap Indonesia.
Kini, situasinya berbeda. Veda sudah naik kelas ke Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia. Ia juga mencatat sejarah pada musim debutnya sebagai rookie dengan menjadi pebalap Indonesia pertama yang naik podium dalam balapan Grand Prix, setelah finis ketiga di Moto3 Brasil.
Performa Veda sepanjang musim 2026 juga sudah menghasilkan 100 poin. Setelah Moto3 Austria, ia berada di posisi kedelapan klasemen sementara.
Di Austria, Veda sebenarnya menunjukkan kecepatan yang cukup kompetitif. Memulai balapan dari posisi ke-19, ia mampu merangsek hingga posisi keempat sebelum insiden dengan David Muñoz dan hukuman Long Lap Penalty membuatnya harus puas finis ke-13.
Kini, Veda akan kembali ke Motegi, sirkuit yang pernah memberinya dua kemenangan. Pengalaman ini menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum akhirnya tampil di panggung Kejuaraan Dunia Moto3.
(lua/dry)