Monumen Perjuangan Rawagede, Saksi Pembantaian 431 Orang dalam Sehari

Karawang -

Karawang ternyata memiliki tempat bersejarah yang menjadi saksi tempat dibantainya 431 orang dalam satu hari pada 9 Desember 1947 silam.

Tempat yang menjadi saksi peristiwa tersebut adalah Monumen Perjuangan Rawagede. Berada di Desa Balongsari, Karawang, Jawa Barat, kawasan ini memiliki sebuah monumen sekaligus taman makam pahlawan. Bangunan itu berkaitan dengan tragedi pembantaian Rawagede.

Monumen Perjuangan Rawagede merupakan bangunan yang dibuat sebagai tanda kehormatan sekaligus pengingat atas jasa pejuang yang gugur dalam tragedi Rawagede. Hingga kini, kawasan ini masih dirawat agar kisah itu tetap dikenal oleh berbagai generasi berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Pengurus Monumen Perjuangan Rawagede, Karyadi, mengatakan pembangunan monumen bermula dari ide Tayo Tarmadi. Tayo saat itu menjabat Panglima Kodam III/Siliwangi Jawa Barat, mengunjungi Rawagede pada 1995 untuk menemui sejumlah saksi hidup.

"Beliau (Tayo) datang ke Rawagede tahun 1995, kebetulan nenek masih hidup bahkan kami sudah dewasa," kata Karyadi kepada detikTravel pada Selasa (12/08/2026).

Setelah mendengar cerita itu, muncul keinginan dari Tayo untuk membuat tanda kehormatan bagi para pejuang yang ada di Rawagede. Tepat 12 Juli 1996, Monumen Perjuangan Rawagede diresmikan untuk mengenang tragedi pembantaian oleh tentara Belanda.

Terdapat Taman Makam Pahlawan Rawagede

Di kawasan monumen, terdapat Taman Makam Pahlawan Sampurna Raga. Tempat ini menjadi lokasi pemakaman sebagian korban yang sebelumnya tersebar di berbagai tempat setelah tragedi pembantaian Rawagede.

Karyadi menceritakan, pada 1951 tulang belulang korban digali kembali dari rumah ke rumah. Kemudian dipindahkannya ke satu tempat, yakni di Taman Makam Pahlawan Sampurna Raga. Dari 483 korban secara keseluruhan di Rawagede, terdapat 181 korban yang berhasil dimakamkan di kawasan tersebut.

Ada apa saja di Monumen Perjuangan Rawagede?

Selain taman makam pahlawan, traveler dapat menemukan patung berwarna kuning keemasan yang berada di dalam monumen. Patung itu menggambarkan seorang Ibu Entih yang sedang merangkul dua anaknya.

Patung itu menyimpan kisah Ibu Entih memeluk kedua anaknya yang disebut menjadi korban tragedi Rawagede. Saat itu, kedua anaknya masih berusia di bawah 15 tahun.

Harga Tiket dan Jam Buka

Monumen Perjuangan Rawagede Menurut informasi yang ada, pengunjung dapat memasuki area kawasan monumen dengan tiket seharga Rp2.500 per orang. Tiket itu dipakai pengurus untuk biaya kebersihan.

Monumen ini bisa dikunjungi sewaktu-waktu karena dibuka setiap hari. Selain itu, Karyadi menyampaikan kawasan monumen buka mulai pukul 07.00 WIB dan tidak ada batasan waktu tutup secara ketat.

Artinya, pengurus tetap berusaha menyambut dan melayani pengunjung yang datang dari luar daerah. Ia juga mengatakan pengunjung yang datang malam hari tetap dapat dilayani karena kawasan itu rutin dijaga dan dirawat.

Lokasi Monumen Perjuangan Rawagede

Monumen Perjuangan Rawagede berada di Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kawasan ini dulunya dikenal sebagai Rawagede, kini menjadi tempat mengenang sejarah serta para korban yang gugur saat pembantaian.

Monumen ini berjarak 9,8 km dari pusat Kabupaten Karawang. Dari pusat Kabupaten Karawang, pengunjung Monumen Perjuangan Rawagede akan menempuh waktu perjalanan sekitar 25 menit.

Bagi traveler yang datang ke kawasan ini bukan hanya tempat menonton bangunan monumen atau makam. Namun, ada cerita Desa Rawagede yang dulunya berupa rawa, jalur kereta lama, hingga tempatnya para pejuang.

Monumen Perjuangan Rawagede bisa jadi tempat singgah untuk mengenal sisi sejarah kawasan Rawagede. Datang tak hanya melihat bangunan, tetapi juga mempelajari cerita yang bikin tempat itu terus dijaga hingga sekarang.