MTQ Nasional di Jateng membuka cabang lomba baru untuk penyandang disabilitas
Jumat, 7 Agustus 2026 09:44 WIB
Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Muchlis Muhammad Hanafi bersama Sekretaris Daerah Jateng Sumarno saat Rapat Koordinasi Checking Persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, di Semarang, Kamis (6/8/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, akan melombakan cabang baru untuk penyandang disabilitas tunarungu.
Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Muchlis Muhammad Hanafi, di Semarang, Kamis, mengatakan MTQ Nasional XXXI akan mencatatkan sejarah baru, yakni digelarnya eksibisi Cabang Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW).
"Ini cabang baru untuk tuli Muslim yang akan dieksibisikan pertama kalinya pada MTQ Nasional 2026 di Provinsi Jawa Tengah," katanya saat Rapat Koordinasi Checking Persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Menurut dia, cabang tersebut diselenggarakan setelah terbitnya mushaf Al Quran Standar Isyarat sehingga membuka ruang lebih luas bagi penyandang tuli Muslim untuk berpartisipasi dalam syiar Al Quran.
Ia mengatakan bahwa ajang yang akan digelar pada 12–19 September 2026 itu dipastikan menghadirkan sejumlah terobosan yang belum pernah dilakukan dalam sejarah penyelenggaraan MTQ Nasional.
MTQ Nasional XXXI juga akan menjadi tonggak peningkatan kualitas penyelenggaraan, khususnya dari sisi sistem perhakiman.
"Kami akan memanfaatkan penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah ini untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ dari segi perhakiman," katanya.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah MTQ Nasional, kata dia, akan diluncurkan Majelis Kode Etik Dewan Hakim.
Lembaga tersebut dibentuk dan dipersiapkan sebagai instrumen pengawasan guna memperkuat integritas, profesionalisme, serta kualitas penilaian para dewan hakim selama perlombaan berlangsung.
Selain itu, juga akan digelar seminar internasional yang melibatkan para akademisi dan pakar Al Quran dari berbagai negara.
Seminar tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Agama agar MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang pengembangan keilmuan Islam bertaraf internasional.
Sekretaris Daerah Jateng Sumarno mengatakan rapat tersebut difokuskan pada pemantapan teknis serta percepatan penyelesaian berbagai aspek persiapan menjelang pelaksanaan.
Salah satu perhatian utama adalah kesiapan kawasan Lapangan Simpang Lima Semarang yang akan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ Nasional.
Penataan kawasan dilakukan secara cermat karena bersamaan dengan proyek revitalisasi Simpang Lima yang tengah dikerjakan Pemerintah Kota Semarang.
Rangkaian MTQ Nasional XXXI dijadwalkan diawali dengan Malam Ta'aruf pada 11 September 2026, dilanjutkan Pawai Ta'aruf pada 12 September pada pagi harinya.
Selanjutnya upacara pembukaan pada malam harinya di Lapangan Simpang Lima Semarang, sedangkan penutupan akan digelar pada 19 September 2026 di lokasi yang sama.
Baca juga: 130 peserta mengikuti MTQ tingkat Kota Magelang 2026
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.