Surabaya (ANTARA) - Nellava Group dan Emas Now menempuh jalur hukum terkait sejumlah konten dan aktivitas digital di media sosial serta platform ulasan daring yang dinilai perlu diklarifikasi dan diperiksa lebih lanjut.
“Kami memilih jalur hukum karena kami percaya setiap persoalan harus diselesaikan berdasarkan bukti dan proses yang objektif, bukan melalui perdebatan di media sosial,” ujar Marketing Director Nellava Alif Fauzan dalam keterangan diterima di Surabaya, Sabtu.
Ia menegaskan laporan dan/atau pengaduan tersebut bukan merupakan kesimpulan bahwa pihak tertentu telah terbukti melakukan pelanggaran.
Seluruh bukti dan informasi pendukung akan disampaikan kepada pihak berwenang untuk diverifikasi sesuai proses hukum yang berlaku.
Alif mengatakan langkah hukum tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi kritik maupun keluhan konsumen.
“Jika ada pelayanan yang kurang baik, kami ingin mengetahuinya. Jika ada kesalahan, kami akan mengevaluasi dan memperbaikinya. Kritik konsumen merupakan bagian penting dari proses perusahaan untuk berkembang,” ujarnya.
Menurut dia, kritik konsumen yang disampaikan secara wajar perlu dibedakan dari informasi atau aktivitas digital yang kebenaran, konteks, maupun sumbernya masih memerlukan verifikasi.
Di tengah proses tersebut, Nellava Group dan Emas Now tetap menjalankan aktivitas bisnis sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan teknologi.
Berdasarkan data operasional yang dipublikasikan manajemen, Nellava Bullion telah mencatat lebih dari 17.000 pesanan emas dan perak, dengan lebih dari 13.280 pengiriman berhasil.
Rinciannya terdiri atas lebih dari 1.280 pengiriman emas dan 12.000 pengiriman perak.
Nellava juga terus mengembangkan International Live Price, standar kemurnian 999.9, serta Nellava Market+ sebagai bagian dari pengembangan sistem perdagangan logam mulia.
Sementara itu, Emas Now memperluas ekosistemnya melalui integrasi toko, situs web, aplikasi, marketplace, dan customer relationship management (CRM).
Melalui Emas Now SmartBuy, pelanggan dapat melakukan pembelian emas secara digital dengan sistem verifikasi, pemantauan pesanan, pengiriman, serta opsi pengambilan di toko.
Emas Now juga mengembangkan marketplace dengan fitur verifikasi pengguna, perlindungan pembayaran, pengaturan harga penjual, percakapan dan negosiasi, pengiriman berasuransi, serta pelacakan pesanan.
Ekosistem tersebut dilengkapi layanan Instant Cash, LIVE+, MAXI, dan LM+ untuk memberikan pilihan kepada masyarakat dalam membeli, menjual, melakukan buyback, dan bertransaksi logam mulia.
Alif menyatakan perusahaan akan terus mengevaluasi pelayanan konsumen, teknologi, sistem operasional, verifikasi, serta komunikasi publik.
“Kami tidak menganggap diri kami sempurna. Kami masih terus belajar dan berbenah. Tetapi kami percaya bahwa perusahaan yang telah dibangun bersama ribuan pelanggan memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga kepercayaan tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan perusahaan tidak akan menjadikan media sosial sebagai arena untuk saling menyerang.
“Bukti disampaikan kepada pihak berwenang. Kritik diterima sebagai bahan evaluasi. Pengaduan pelanggan ditangani melalui mekanisme yang tersedia. Proses hukum dihormati,” kata Alif.
Sementara itu, perusahaan akan tetap fokus melayani pelanggan, meningkatkan transparansi, mengembangkan teknologi, dan membangun ekosistem perdagangan logam mulia yang semakin mudah diakses masyarakat Indonesia.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.