Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta normalisasi alur Pelabuhan Pulau Baai segera dituntaskan agar kedalaman alur mencapai target yang telah ditetapkan sehingga arus penumpang, barang, dan jasa melalui pelabuhan tersebut kembali lancar.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu R.A. Denni di Bengkulu, Kamis, mengatakan normalisasi alur menjadi bagian penting dalam penanganan Pelabuhan Pulau Baai karena kedalaman alur saat ini belum mencapai target yang ditetapkan pemerintah.
"Kalau kita lihat target, kita mengharapkan pertengahan tahun ini selesai (sesuai target). Ya, tapi kelihatannya masih perlu waktu. Tapi kita mengharapkan bisa segera rampung (tidak molor terlalu lama)," kata dia.
Dia mengatakan kondisi kedalaman alur saat ini telah membaik, yakni sekitar minus 6,5 meter. Namun, kedalaman tersebut masih jauh dari target pemerintah, yaitu minus 12,5 meter. Pemprov Bengkulu berharap pengerukan dapat segera dituntaskan sehingga alur pelayaran memenuhi kedalaman yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas kapal di pelabuhan.
"Sampai hari ini kan kedalaman itu belum sampai minus 12 sekian meter itu. Masih di minus 6 sekian meter. Padahal di September ini harusnya di minus 12 itu," ujarnya.
Menurut Denni, pihak pengelola telah menyampaikan sejumlah alasan terkait penyesuaian jadwal pekerjaan, termasuk kenaikan biaya bahan bakar yang berdampak terhadap pelaksanaan pengerukan sehingga pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama dari rencana awal.
Meski demikian, Pemprov Bengkulu tetap berharap normalisasi alur tidak terlalu jauh meleset dari target awal. Sebab, kelancaran alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai berkaitan langsung dengan distribusi logistik dari dan menuju Bengkulu.
Pelabuhan Pulau Baai merupakan salah satu infrastruktur strategis bagi perekonomian Bengkulu karena menjadi pintu keluar-masuk berbagai kebutuhan daerah sekaligus mendukung pergerakan komoditas dari Bengkulu menuju wilayah lain. Kelancaran aktivitas pelabuhan juga berpengaruh terhadap distribusi barang, mobilitas penumpang, serta kegiatan usaha yang bergantung pada transportasi laut.
Selain mendukung kebutuhan masyarakat dan aktivitas perdagangan, keberadaan Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran penting dalam menopang rantai pasok komoditas unggulan daerah. Pelabuhan tersebut menjadi salah satu jalur distribusi bagi komoditas dan hasil produksi Bengkulu sehingga gangguan pada alur pelayaran dapat meningkatkan waktu dan biaya logistik.
Kondisi alur yang belum mencapai kedalaman optimal juga dapat membatasi kapal-kapal tertentu untuk keluar-masuk pelabuhan. Karena itu, penyelesaian normalisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan kelancaran arus kapal, tetapi juga memperkuat daya saing Pelabuhan Pulau Baai sebagai pusat distribusi dan pintu gerbang perdagangan Bengkulu.
Denni mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pekerjaan penanganan alur pelabuhan berjalan dengan baik.
"Pemprov Bengkulu akan terus mengikuti perkembangan pekerjaan normalisasi alur Pelabuhan Pulau Baai dan tentunya memberikan dukungan dalam merealisasikan upaya normalisasi alur," kata dia.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.