Jakarta -
Fabio Di Giannantonio buka suara soal percakapannya dengan Francesco Bagnaia yang tanpa sengaja terekam kamera TV DAZN Spanyol. Obrolan santai antara dua pebalap Ducati itu terjadi setelah MotoGP San Marino 2026 dan kemudian menjadi sorotan karena membahas kondisi Bagnaia bersama Ducati.
Dalam percakapan tersebut, Diggia sempat menyarankan Bagnaia pakai setelan motor yang berbeda. Namun, pebalap berjuluk Pecco itu bilang bahwa Ducati tidak memberi izin. "Mereka (Ducati) tidak membiarkanku melakukannya," ungkap Bagnaia.
Potongan percakapan itu pun kemudian viral di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi Bagnaia di Ducati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diggia mengaku, sebenarnya tak ingin membahas isi percakapan tersebut. Menurutnya yang lebih penting adalah bagaimana obrolan yang seharusnya bersifat pribadi justru terekam kamera dan disiarkan.
"Saya tidak ingin membahas inti cerita itu, karena itu bukan cerita saya. Tetapi, saya bisa mengatakan satu hal: kami para pebalap, terutama kami orang Italia, sudah saling mengenal sejak lama dan selalu membicarakan motor. Itu hal yang sangat wajar bagi kami," bilang Diggia.
Francesco Bagnaia Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu
"Apa yang terjadi adalah sesuatu yang berlangsung di luar jangkauan kamera--atau setidaknya--kami mengira itu di luar jangkauan kamera, karena ternyata ada kamera di sana," sambungnya.
Menurut pebalap VR46 tersebut, percakapan antara dirinya dan Bagnaia hanyalah obrolan biasa sesama pebalap. Ia juga menilai ada batasan yang seharusnya dihormati saat seorang pebalap sedang membicarakan persoalan pribadi.
"Menurut saya, dari sudut pandang itu, hal itu agak tak pantas, karena bukan saya, melainkan pebalap lain, yang sedang membicarakan hal-hal pribadi. Terkadang akan lebih baik menghormati situasi tertentu daripada sekadar mencari 'klik' tambahan," ujarnya.
Diggia mengatakan dirinya memang sering berdiskusi dengan Bagnaia ketika mengalami kesulitan bersama Ducati. Menurut Diggia, Pecco selama ini juga kerap memberikan masukan kepadanya.
"Dari sudut pandang saya, ketika saya mengalami kesulitan dengan Ducati, saya selalu berbicara dengan Pecco dan berusaha mendapat informasi sebanyak mungkin darinya. Dia selalu membantu saya, berusaha memberi saran terbaik agar saya bisa berkembang. Dan jika bisa, saya berusaha melakukan hal yang sama kepada pebalap lain yang sudah saya kenal sejak lama. Bagi kami, itu hanyalah obrolan biasa," ungkapnya.
Diggia juga menyoroti kondisi MotoGP saat ini yang semakin dipenuhi kamera. Ia khawatir situasi tersebut membuat pebalap tidak lagi bisa berbicara secara bebas.
"Masalahnya, sekarang ini kamera selalu ada. Selalu. Jadi kita sedang menuju dunia di mana berbicara menjadi sulit. Karena itu, saya pikir para jurnalis juga harus memiliki batasan tertentu, demi kebaikan olahraga ini," terang Diggia.
Sementara itu, Bagnaia sendiri kemudian menyebut video tersebut sebagai percakapan pribadi yang ditampilkan di luar konteks. Ia mengatakan DAZN Spanyol telah meminta maaf atas terkait kejadian tersebut.
(lua/din)