Pakai Serum Vitamin C Tetap Wajib Tabir Surya, Ini Penjelasan Ahli

Bagikan:

JAKARTA - Serum vitamin C bisa membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Namun, ahli menegaskan produk ini tetap bukan pengganti tabir surya.

The Guardian dikutip Jumat, 31 Juli, melaporkan, vitamin C bekerja dengan cara berbeda dari tabir surya. Vitamin C tidak menghalangi UVB, sinar yang menyebabkan kulit terbakar dan berperan besar dalam risiko kanker kulit.

Vitamin C juga tidak menyaring UVA, sinar yang berkaitan dengan tanda penuaan pada kulit.

Rosalind Simpson, profesor dermatologi di University of Nottingham, mengatakan vitamin C tidak melakukan dua fungsi utama tabir surya tersebut. Meski begitu, vitamin C diduga membantu mencegah kerusakan akibat matahari lewat cara lain.

“Antioksidan seperti vitamin C telah menjadi topik hangat,” kata Simpson.

Menurut Simpson, banyak orang tertarik memakai antioksidan karena ingin memperbaiki tampilan kulit. Antioksidan dipercaya dapat membantu menetralkan radikal bebas yang muncul akibat paparan sinar UV dan polusi.

“Radikal bebas itu berperan dalam kerusakan kolagen dan hilangnya kekencangan kulit,” ujarnya.

اقرأ أيضا:


Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sel. Pada kulit, kerusakan ini dapat ikut memengaruhi kolagen, yaitu protein yang membantu menjaga kulit tetap kenyal dan kencang.

Tabir surya bekerja seperti penyaring sinar UV. Sementara itu, antioksidan seperti vitamin C diduga memberi perlindungan tambahan dengan membantu menahan dampak radikal bebas.

Paparan UVA dapat memicu radikal bebas di kulit. Radikal bebas ini bisa merusak sel dengan mengganggu strukturnya. Vitamin C diyakini membantu mencegah proses tersebut.

Namun, manfaat itu tidak berdiri sendiri. Vitamin C tampaknya baru memberi perlindungan tambahan terhadap kerusakan kulit akibat UVA jika digunakan bersama tabir surya.

Sebuah studi pada 1996 meneliti efektivitas antioksidan, termasuk vitamin C dan E, dengan dan tanpa tabir surya. Penelitian itu melihat perlindungan terhadap kerusakan kulit akibat sinar UV.

Hasilnya, vitamin C tampaknya meningkatkan perlindungan terhadap kerusakan kulit akibat UVA. Tetapi efek itu terlihat ketika vitamin C digunakan bersama tabir surya.

Para peneliti menyimpulkan, antioksidan dapat memberi perlindungan tambahan jika dikombinasikan dengan produk perlindungan matahari yang sudah terbukti.

Simpson menegaskan tidak ada produk yang bisa menggantikan tabir surya broad-spectrum berkualitas baik. Broad-spectrum berarti tabir surya memberi perlindungan terhadap UVA dan UVB.

“Tidak ada yang dapat menggantikan tabir surya broad-spectrum berkualitas baik dengan perlindungan UVA dan UVB, serta kebiasaan yang bijak saat berada di bawah sinar matahari,” kata Simpson.

Simpson menyarankan tetap memakai tabir surya, mengulang pemakaian secara teratur, dan membatasi paparan langsung matahari pada waktu paling panas.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+