Pakar UIN sebut Pancasila bukan sekadar ideologi negara

Pakar UIN sebut Pancasila bukan sekadar ideologi negara

Senin, 27 Juli 2026 21:52 WIB

Image Print

Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Noorhaidi Hasan dalam sambutan Simposium Nasional Pendidikan Pancasila di Yogyakarta. Senin (27/7/2026) ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Noorhaidi Hasan menyatakan Pancasila bukan sekadar ideologi negara, melainkan juga filosofi dasar berbangsa dan bernegara bagi Indonesia.

"Pancasila juga pandangan hidup bersama serta kompas moral dan etik bagi perjalanan kehidupan nasional kita," kata Rektor UIN pada Simposium Nasional Pendidikan Pancasila dengan tema "Penguatan Ideologi Pancasila dalam Perspektif Integratif, Interkonektif dan Transformatif" di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia Pancasila menjadi istimewa karena sejak dirumuskan oleh Presiden pertama Soekarno dan para pendiri bangsa lainnya, Pancasila telah mampu mengawal keutuhan Republik Indonesia selama hampir 81 tahun.

"Tanpa landasan yang kokoh, saya kira Republik ini sudah tercerai belai. Karena itu kita harus meyakini bersama, Pancasila ini rahmat yang diturunkan Tuhan kepada bangsa Indonesia, untuk mengawal laju gerak dan kemajuan bagi pencapaian pembangunan kita semua," katanya.

Kendati demikian, kata dia, semua harus menyadari tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia ini tidak pernah surut, karena bangsa ini majemuk, terdiri dari ratusan suku bangsa, berbagai macam bahasa, adat istiadat, juga agama.

"Dari masa ke masa tantangan itu semakin signifikan yang menuntut kita untuk terus berupaya merevitalisasi pesan-pesan dan makna dasar Pancasila tersebut," katanya.

Dia mengatakan terlebih semua mengetahui bahwa globalisasi sekarang mengharu biru, dan mengubah berbagai macam aspek kehidupan masyarakat, disamping globalisasi juga menghadirkan banyak kesempatan kepada semua.

Globalisasi juga menimbulkan tantangan-tantangan yang luar biasa, menyebabkan kompetisi semakin meningkat, dan globalisasi juga menimbulkan eksklusifisme, menimbulkan keretakan keretakan dalam tubuh kebangsaan.

"Karena itu saya kira Pancasila tidak cukup lagi diajarkan dengan menggunakan pendekatan legalistik dan indoktrinatif. Kita harus berupaya agar Pancasila ini dimasyarakatkan, diajarkan dengan menggunakan perspektif integratif interkonektif," katanya.

Melalui Simposium Nasional Pendidikan Pancasila, menunjukkan UIN Sunan Kalijaga ingin memberikan sumbangan yang lebih signifikan bagi upaya bersama dalam memperkokoh Pancasila sebagai ideologi negara.

"Dengan pendekatan integrasi, kita ingin memastikan bahwa Pancasila itu merasuk ke dalam semua aspek kehidupan kampus kita. Tidak saja dalam pendidikan pengajaran, tetapi juga dalam riset, dalam pengabdian masyarakat dan seluruh relung-relung kehidupan kita bersama," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026