Pakistan Berupaya Semaksimal Mungkin Membawa AS-Iran Kembali ke Perundingan Sesuai MoU

Bagikan:

JAKARTA - Mediator Pakistan mengatakan pada Hari Kamis, pihaknya sedang berupaya "semaksimal mungkin" untuk membawa Iran dan Amerika Serikat kembali ke perundingan berdasarkan nota kesepahaman (MoU), yang bertujuan untuk menghentikan perang mereka, di mana Islamabad adalah salah satu pihak yang menandatanganinya.

"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk membawa semua pihak kembali ke MoU Islamabad," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tahir Andrabi kepada wartawan, menambahkan Pakistan mendorong negara-negara tersebut untuk "sepenuhnya mematuhi komitmen mereka untuk mengadakan pembicaraan teknis" berdasarkan perjanjian tersebut, melansir Al Arabiya (31/7).

Lebih lanjut Pakistan juga mengkonfirmasi bahwa negosiasi antara AS dan Iran "sedang berlangsung" di tengah peningkatan pertempuran di seluruh Timur Tengah.

"Negosiasi antara pihak-pihak sedang berlangsung, khususnya mengenai Selat Hormuz dan untuk meredakan ketegangan," unkap Andrabi kepada wartawan.

Sementara itu sumber Al Arabiya mengatakan pada Hari Kamis, upaya mediasi belum menghasilkan hasil nyata untuk menghentikan eskalasi antara AS dan Iran.

Sumber-sumber tersebut menambahkan, mediator sedang berupaya mencapai kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Tehran.

Pernyataan tersebut muncul ketika militer AS pada hari Kamis mengatakan telah menyelesaikan gelombang serangan terbarunya terhadap Iran, yang berlangsung selama dua jam dan menghantam puluhan target, dengan Washington menyebut serangan tersebut sebagai "tanggapan yang kuat" terhadap rudal Iran yang diluncurkan ke arah pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.

Militer AS mengatakan awal pekan ini, mereka mencegat beberapa rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran ke arah pasukan AS dalam apa yang disebut Washington sebagai "upaya serangan mendadak" oleh Teheran. Iran mengkonfirmasi telah menembaki pangkalan AS di Yordania.

Presiden Donald Trump mengatakan setelah rudal-rudal tersebut dicegat bahwa pasukan AS akan membalas.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras," katanya.

BACA JUGA:


Sedangkan Komando Pusat AS (US CENTCOM) menggambarkan serangan terbaru di X sebagai "tanggapan yang kuat terhadap upaya serangan Iran kemarin terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah."

Diketahui, perang Iran pecah pada 28 Februari ketika AS dan Israel menyerang Iran dan Teheran membalas dengan serangannya sendiri terhadap Israel dan negara-negara Teluk.

Serangan AS-Israel terhadap Iran dan serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+