Pangkalpinang percepat pembentukan dan penguatan tata kelola 42 KDKMP - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan rapat koordinasi sebagai upaya percepatan pembentukan dan penguatan tata kelola 42 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di daerah itu.

"Rapat koordinasi ini kita laksanakan sekaligus dalam rangka peringatan Hari Koperasi, dalam pertemuan ini kita menyinergikan seluruh pihak terkait agar pembangunan dan pengelolaan koperasi berjalan optimal sehingga mampu menjadi motor penggerak perekonomian daerah," kata Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna di Pangkalpinang, Kamis.

Menurut dia, pertemuan ini menjadi forum untuk menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan dari pengurus koperasi terkait pengelolaan koperasi ke depan.

"Pemerintah menargetkan pembangunan 42 KDKMP di Kota Pangkalpinang, hingga kini baru dua koperasi yang diresmikan, sedangkan sisanya masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai secepatnya," katanya.

Pertemuan hari ini juga sebagai wadah bagi pemerintah bersama para narasumber untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pengurus koperasi.

Menurut dia, pengembangan KDKMP di Pangkalpinang harus disesuaikan dengan karakteristik daerah sebagai kota perdagangan dan jasa.

"Kota Pangkalpinang bukan daerah perkebunan atau pertanian, untuk itu arah pengembangan koperasi harus menyesuaikan karakteristik daerah, misalnya menjadi gerai sembako, LPG dan kebutuhan masyarakat lainnya," ujarnya.

Perwira Penghubung Kodim 0413/Bangka Mayor Ronal Manik mengatakan pihaknya hanya berperan memberikan asistensi dan pendampingan selama proses pembangunan KDKMP.

"Kami tidak terlibat langsung, hanya membantu dalam bentuk asistensi, termasuk pada proses pengadaan lahan apabila diperlukan," katanya.

Ia mengakui salah satu kendala yang masih dihadapi saat ini adalah ketersediaan lahan di sejumlah desa dan kelurahan yang akan menjadi lokasi pembangunan koperasi.

Selain itu, pemilihan lokasi koperasi juga menjadi perhatian agar berada di tempat yang strategis dan dekat dengan masyarakat sehingga mampu memenuhi kebutuhan warga setempat.

Ke depan, pengembangan koperasi akan diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital, termasuk sistem pembayaran non-tunai.

"Kami berharap seluruh pelayanan koperasi nantinya terhubung dengan sistem pembayaran digital seperti QRIS maupun layanan fintech lainnya sehingga masyarakat semakin mudah bertransaksi dan koperasi benar-benar memberikan manfaat bagi warga," ujarnya.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta/Try Mustika
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.