REPUBLIKA.CO.ID, KOBA, – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bangka Tengah memastikan ketersediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan pelanggan masih dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan meskipun wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tengah dilanda kemarau panjang selama tiga bulan terakhir.
Direktur PDAM Tirta Bangka Tengah, Achmad Barliansyah, di Koba pada Sabtu, menjelaskan bahwa sumber air baku di sejumlah wilayah masih memadai untuk menopang pelayanan. Ia menyebut debit air di dua sumber utama, yaitu Kolong Jongkong dan Sarkawi, masih memiliki kedalaman sekitar 30 meter.
“Debit air masih berkedalaman sekitar 30 meter di dua sumber air baku yaitu Kolong Jongkong dan Sarkawi, sehingga masih mampu menopang kebutuhan pelanggan,” ujar Achmad Barliansyah.
Prediksi Kecukupan Air hingga 2026
Achmad merinci, ketersediaan air baku di Kecamatan Koba diperkirakan masih aman untuk memenuhi kebutuhan pelanggan hingga Desember 2026. Sementara itu, untuk wilayah pelayanan di Kecamatan Simpangkatis, stok air baku diprediksi masih mencukupi hingga November 2026.
Berdasarkan data kinerja BUMD air minum, Perumdam Tirta Bangka Tengah saat ini tercatat memiliki total 1.521 pelanggan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.444 pelanggan berstatus aktif.
Potensi Darurat di Kecamatan Namang
Kondisi berbeda justru terjadi di Kecamatan Namang. Debit air baku di wilayah tersebut kini mengalami penyusutan drastis hingga hanya menyisakan kedalaman sekitar satu meter. Lebih parahnya, air yang tersedia sudah bercampur dengan lumpur.
“Debit air baku hanya berkedalaman sekitar satu meter yang sudah bercampur lumpur,” ungkap Achmad.
Ia menegaskan, situasi ini sangat berpotensi mengganggu pelayanan PDAM apabila kemarau terus berlangsung hingga Desember 2026 tanpa adanya hujan. “Jika hujan tidak turun hingga Desember ini maka ketersediaan air PDAM di Namang kemungkinan mengalami kondisi darurat,” tambahnya.
Mengingat ketersediaan air baku merupakan faktor utama dalam menjaga keberlangsungan pelayanan selama musim kemarau, pihaknya mengimbau seluruh pelanggan untuk lebih bijak dalam menggunakan air. Langkah hemat ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan stok air selama musim kering masih berlangsung.
“Kondisi saat ini memang kemarau cukup panjang, tentu kita mengimbau pelanggan lebih hemat dan bijak menggunakan air,” katanya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara