Nagoya, Jepang (ANTARA) - Atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria, tampil gemilang dengan memecahkan rekor Asian Games dan sekaligus menempati peringkat pertama babak kualifikasi speed putra panjat tebing Asian Games 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Aichi, Jepang, Rabu.
Aditya membukukan waktu 4,62 detik pada kesempatan keempat di Lane A. Catatan tersebut mengantarkannya sebagai atlet tercepat dalam babak kualifikasi untuk melaju ke perempat final sekaligus memegang rekor baru Asian Games.
Rekor Asian Games sebelumnya dipegang rekan senegaranya, Veddriq Leonardo, dengan catatan 4,95 detik yang dibuat pada Asian Games Hangzhou pada 3 Oktober 2023.
Aditya pertama kali memecahkan rekor tersebut pada kesempatan pertama ketika mencatat waktu 4,74 detik. Ia kemudian kembali tampil cepat pada kesempatan ketiga dengan 4,70 detik.
Namun, catatan 4,70 detik itu sempat dilewati atlet China Jianguo Long yang membukukan waktu 4,64 detik. Long kemudian menempati posisi kedua dalam klasifikasi akhir kualifikasi.
Aditya akhirnya kembali merebut rekor tersebut pada kesempatan keempat. Ia mencatat waktu 4,62 detik atau lebih cepat 0,02 detik dibandingkan catatan Long.
Penampilan Aditya sempat terganggu pada kesempatan kedua setelah dinyatakan melakukan false start (FS). Meski demikian, ia mampu bangkit guna membukukan waktu terbaik pada kesempatan terakhir.
Sementara itu, Veddriq Leonardo mengakhiri kualifikasi di posisi kelima dengan waktu terbaik 4,78 detik. Veddriq secara bertahap memperbaiki catatannya dari 5,06 detik pada kesempatan pertama menjadi 4,99 detik, kemudian 4,89 detik, sebelum menorehkan 4,78 detik pada kesempatan keempat.
Di bawah Aditya dan Long, atlet China Shouhong Chu menempati posisi ketiga dengan waktu 4,67 detik, sementara wakil Kazakhstan Damir Toktarov berada di urutan keempat dengan 4,76 detik.
Aditya dan lainnya akan menjalani babak perempat final speed putra esok Kamis yang akan berlanjut hingga semifinal dan final.
Pewarta: Arindra Meodia
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.