Dompu (ANTARA) - Rencana pembangunan pabrik pakan ternak di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengalami keterlambatan akibat perubahan kebijakan terkait skema pendanaan proyek hilirisasi ayam terintegrasi (HAT).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu Ilham mengatakan pemerintah daerah masih menunggu kepastian pemerintah pusat mengenai skema pembiayaan setelah terjadi perubahan kebijakan di tingkat pusat.
"Memang ada sedikit keterlambatan karena ada perubahan kebijakan pendanaan. Kami masih menunggu keputusan terbaru dari pemerintah pusat," kata Ilham kepada ANTARA, Jumat.
Menurut dia, pembangunan pabrik pakan tetap ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026. Apabila pekerjaan belum rampung hingga akhir tahun, pelaksanaannya akan dilanjutkan pada awal 2027.
"Kalau tidak rampung tahun ini, pembangunan ditargetkan berlanjut sampai awal 2027," ujarnya.
Dompu merupakan salah satu wilayah di Pulau Sumbawa yang mendapat alokasi fasilitas dalam program HAT. Dari sejumlah komponen yang dirancang dalam ekosistem tersebut, Dompu mendapat bagian pembangunan pabrik pakan dengan mempertimbangkan potensi jagung sebagai bahan baku utama.
Baca juga: Dompu peroleh program hilirisasi pakan ternak Rp1,7 triliun pada 2026
Sebelumnya, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah alternatif lahan dan melakukan peninjauan bersama tim pemerintah pusat serta PT Berdikari. Salah satu lokasi yang disiapkan berada di wilayah Kecamatan Manggelewa.
Dalam skema tersebut, pemerintah daerah berperan menyiapkan lahan dan mendukung keterhubungan proyek dengan potensi bahan baku serta peternak lokal. Pembangunan fasilitas menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui sinergi Kementerian Pertanian dan BUMN terkait.
Program HAT dirancang untuk membangun rantai usaha ayam secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, mencakup pembibitan, produksi pakan, budidaya, hingga pengolahan dan pemasaran. Kementerian Pertanian menyebut integrasi tersebut ditujukan untuk memperkuat efisiensi rantai pasok dan ekosistem peternakan.
Bagi Dompu, keberadaan pabrik pakan diharapkan memperkuat keterkaitan antara sektor pertanian dan peternakan melalui pemanfaatan jagung sebagai bahan baku industri.
Selain memperpendek rantai pasok pakan, fasilitas tersebut berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas jagung sekaligus memperkuat pasokan pakan bagi pengembangan usaha ayam di Pulau Sumbawa.
Pembangunan pabrik pakan Dompu sebelumnya dialokasikan sebagai bagian dari program hilirisasi peternakan senilai sekitar Rp1,7 triliun pada 2026.
Pemerintah daerah menyatakan realisasi proyek tetap menunggu keputusan final pemerintah pusat terkait pelaksanaan dan pembiayaannya.
Baca juga: Wabup Gorontalo Utara: Pabrik pakan ayam jadi lapangan kerja baru
Baca juga: Pemerintah bangun pabrik pakan dengan anggaran Rp20 triliun
Pewarta: Ady Ardiansah
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.