Pemda DIY kenalkan ragam karya budaya melalui Bulan Warisan Dunia

Pemda DIY kenalkan ragam karya budaya melalui Bulan Warisan Dunia

Senin, 13 Juli 2026 16:45 WIB

Image Print

Kepala Bidang Perencanaan dan Monitoring Evaluasi Dinas Kebudayaan DIY Rully Andriani. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berupaya mengenalkan ragam karya budaya Yogyakarta yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO melalui rangkaian kegiatan dalam program Bulan Warisan Dunia.

"Harapannya masyarakat bisa terfokus bahwa ini sekaligus menjadi bagian dari edukasi bahwa di Yogyakarta ini ada karya-karya budaya Indonesia yang sudah ditetapkan sebagai intangible cultural heritage oleh UNESCO," kata Kepala Bidang Perencanaan dan Monitoring Evaluasi Disbud DIY Rully Andriani di Yogyakarta, Senin.

Kegiatan dalam rangkaian program Bulan Warisan Dunia di Yogyakarta dilaksanakan pada bulan Juli, Agustus dan September. Selama tiga bulan tersebut, berbagai karya budaya ditampilkan untuk dapat dinikmati masyarakat secara luas.

Dengan demikian, kata dia, Bulan Warisan Dunia adalah program untuk menyatukan karya budaya yang sebelumnya digelar terpisah-pisah. Ragam karya budaya tersebut disatukan dalam sebuah rangkaian besar dengan nama Bulan Warisan Dunia.

Rully mengatakan, Bulan Warisan Dunia sebuah rangkaian besar yang harapannya seluruh masyarakat bisa mengetahui, sebagai sebuah kebanggaan bahwa di Yogyakarta memiliki banyak warisan yang sudah ditetapkan sebagai warisan dunia.

Apalagi, pemerintah juga melihat masyarakat mengetahui bahwa karya-karya budaya itu adalah potensi kekayaan bangsa yang luar biasa, namun tidak banyak masyarakat yang ingat kalau misalnya gamelan sudah ditetapkan juga oleh UNESCO.

"Jadi ini menjadi bagian pengingat juga, karena kegiatan ini sebenarnya juga bagian dari kewajiban dari negara pemilik karya budaya tersebut untuk menindaklanjutinya," katanya.

Dia mengatakan, terlebih setelah karya budaya tersebut ditetapkan sebagai warisan budaya, maka pihak UNESCO selalu menanyakan, pasca penetapan dari karya-karya budaya tersebut apa saja yang sudah dilakukan.

"Ini bagian dari kita menunjukkan bahwa Pemda DIY memiliki komitmen untuk terus melestarikan karya-karya budaya yang sudah ditetapkan sebagai intangible cultural heritage, dan sekaligus menjadi bagian kita mengedukasi ke masyarakat luas," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026