Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, menyiapkan lahan seluas 6 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat, program strategis nasional yang bertujuan memperluas kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas bagi masyarakat rentan.
"Lokasi yang dipilih berada di kawasan Jalan Simono, Kecamatan Sangatta Utara. Kawasan tersebut sebelumnya direncanakan menjadi area perumahan pegawai Pemkab Kutim," ujar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim Noviari Noor di Sangatta, Jumat.
Ia menyebut bahwa dari sekitar 20 hektare aset milik pemerintah daerah yang tersedia di kawasan itu, sekitar 8 hektare dinilai memenuhi syarat untuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat. Namun yang diajukan untuk pembangunan sekolah sekitar 6 hektare.
Selain lahan dengan legalitas yang sudah tuntas, pemda juga berkewajiban menyiapkan kondisi tapak agar siap dibangun. Tahapan itu meliputi penyusunan rancangan kawasan, penghitungan kebutuhan pekerjaan meliputi penggalian dan penimbunan tanah untuk memperoleh elevasi lahan yang sesuai, hingga penyusunan estimasi biaya.
Rancangan tata letak kawasan sedang diajukan ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda. Setelah rancangan memperoleh persetujuan, dilanjutkan dengan penyusunan anggaran pematangan lahan.
Ia menargetkan seluruh proses penyiapan lahan tuntas tahun ini, sehingga dapat dilanjutkan oleh tim pusat melakukan survei teknis lokasi, sebagai dasar penentuan kelayakan pembangunan yang ditargetkan dimulai tahun depan.
Sementara Kepala Dinas Sosial Kutim Ernata Hadi Sujito mengatakan, Sekolah Rakyat dibentuk khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang datanya sudah terdaftar.
Sekolah ini memprioritaskan anak yatim atau piatu dari keluarga kurang mampu, termasuk generasi yang tinggal di daerah dengan akses pendidikan yang masih terbatas, agar mereka mendapat kesempatan yang sama meraih pendidikan berkualitas.
Sekolah Rakyat, tambah dia, mengadopsi konsep boarding school, sehingga seluruh kebutuhan peserta didik mulai dari tempat tinggal, konsumsi, seragam, perlengkapan belajar hingga proses pendidikan, ditanggung oleh negara.
"Guru yang direkrut pun melalui mekanisme seleksi sesuai standar kompetensi tidak hanya menyampaikan materi akademik berdasarkan kurikulum nasional, tetapi juga mendampingi pembinaan karakter bersama para pengasuh asrama," kata Ernata.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.