Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Papua Barat Daya, menyalurkan bantuan modal usaha kepada 12 suku asli Papua yang berada di wilayah Kota Sorong melalui dukungan anggaran otonomi khusus (Otsus) sebagai bagian pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Sorong Hendrikus Momot di Sorong, Selasa, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat suku-suku Papua yang berada di Kota Sorong.
"Bantuan ini bukan sekadar diberikan untuk operasional, tetapi setiap suku diwajibkan menyisihkan sebagian bantuan untuk membantu warga dari komunitasnya yang mengalami kekurangan dengan membuka usaha," katanya.
Ia menjelaskan bantuan yang diberikan kepada masing-masing suku memiliki besaran berbeda dengan mempertimbangkan jumlah komunitas atau penduduk suku tersebut di Kota Sorong.
Menurut dia, enam suku dengan jumlah komunitas yang relatif besar masing-masing menerima bantuan sebesar Rp80 juta, sedangkan enam suku lainnya yang jumlah komunitasnya lebih kecil menerima Rp60 juta.
"Seperti suku Maybrat, Biak dan Serui yang memiliki mobilitas dan jumlah komunitas cukup besar di Sorong, masing-masing mendapatkan Rp80 juta. Sementara suku dengan komunitas lebih kecil mendapatkan Rp60 juta," ujar dia.
Hendrikus mengatakan sebagian bantuan tersebut nantinya dapat disalurkan kembali oleh masing-masing suku kepada warga yang membutuhkan, baik dalam bentuk bantuan dana maupun barang.
Program tersebut, kata dia, telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dan kembali dijalankan pada tahun ini sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat Papua.
Ia menegaskan pemanfaatan bantuan tetap mendapat pendampingan dan pengawasan agar penyalurannya sesuai sasaran. Kesbangpol Kota Sorong juga membentuk tim untuk melakukan pendampingan kepada masing-masing komunitas penerima.
"Kami melakukan pengawasan dan pendampingan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Hendrikus berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meringankan beban warga yang membutuhkan.
"Harapan kami bantuan ini digunakan sebaik mungkin sehingga dapat meringankan beban masyarakat dan membantu mereka mengatur kehidupan dengan lebih baik," katanya.
Ia menambahkan program pemberdayaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada satu kelompok suku, tetapi mencakup 12 suku Papua yang hidup dan berkembang di Kota Sorong.
"Penyaluran dana tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan program pemerintah yang mendapat perhatian dan pengawasan dalam perencanaan pembangunan dari pemerintah pusat hingga daerah," ujar dia.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.