Pemerintah memastikan keselamatan wisatawan yang terdampak gempa di Flores NTT

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan keselamatan wisatawan yang terdampak gempa di bagian wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang bagian wilayah NTT pada Sabtu pukul 05.58 WITA atau 04.58 WIB berpusat di sekitar 30 km Mbay - Nagekeo pada kedalaman 15 km.

Kementerian Pariwisata dalam keterangan persnya pada Sabtu menyampaikan bahwa pemerintah mengutamakan keselamatan warga dan wisatawan dalam upaya penanganan dampak gempa di kawasan destinasi wisata super prioritas Flores, Alor, Lembata, dan Bima (Floratama).

Sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penghentian sementara layanan pelayaran dipulangkan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan layanan pelayaran.

Mereka semua sudah tiba dengan selamat di Labuan Bajo.

Seluruh tamu hotel di Labuan Bajo telah dievakuasi ke titik aman di luar gedung, antara lain di Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo.

Wisatawan yang sempat dievakuasi dari Meurorah Hotel ke Puncak Waringin kini telah kembali ke fasilitas akomodasi masing-masing.

Operasional layanan penerbangan di Bandara Komodo dijalankan dengan pembatasan setelah proses pemeriksaan kelaikan teknis, sementara layanan pelayaran dibuka kembali secara bertahap.

Seluruh rangkaian acara penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat, yang mencakup misa, konser, dan pameran, dihentikan demi keamanan dan keselamatan bersama.

Menurut data sementara BPOLBF hingga pukul 13.45 WITA fasilitas pelayanan pariwisata yang terdampak gempa antara lain Hotel Jayakarta di Manggarai Barat.

Hotel Jayakarta tercatat mengalami kerusakan struktur, beberapa bagian bangunannya roboh. Seluruh tamu dan karyawannya dipastikan aman dan telah direlokasi ke hotel terdekat yang lebih aman.

Hotel Papita Mbay di daerah Nagekeo dilaporkan mengalami kerusakan parah, sedangkan Hotel Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah hanya mengalami kerusakan ringan.

Jaringan listrik dan internet di sebagian besar sarana akomodasi di area terdampak gempa telah normal kembali.

Restoran La Moringga dan Escape Bajo di Manggarai Barat dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat gempa. Namun, seluruh staf dan pengunjungnya aman.

Selain itu, tembok papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan ambruk.

Gempa bumi juga berdampak pada jalur jalan dan fasilitas umum di beberapa kabupaten di sekitar pusat gempa.

Tanah longsor dan tiang listrik roboh terjadi di jalur Lintas Labuan Bajo – Ruteng, Bajawa – Ende, Ruteng – Borong, serta Ende – Moni.

Gempa menyebabkan kerusakan pada bangunan Pelabuhan Maumere Sikka, Unika St. Paulus Ruteng, Gereja Paroki Karot, Gereja Borong, Kantor Camat Kuwus, dan fasilitas rawat jalan/UGD RSUD Ruteng.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa hingga Sabtu pukul 15.00 WIB tercatat ada 38 orang yang meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi di bagian wilayah Nusa Tenggara Timur.

Kementerian Pariwisata mengimbau seluruh pelaku usaha pariwisata, wisatawan, serta masyarakat di wilayah yang terdampak gempa tetap tenang dan memantau pembaruan informasi mengenai gempa melalui saluran resmi BMKG, BPOLBF, dan instansi berwenang lain.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.