Pemerintah Siapkan Sekolah Rakyat Tahap 3 untuk 100 Kabupaten

Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Rakyat (SR) Tahap 3 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan keberadaan satu SR di setiap kabupaten.

Menteri PU Dody Hanggodo menyebut, pembangunan SR Tahap 3 segera memasuki proses lelang.

Dalam jangka panjang, setiap sekolah dirancang memiliki kapasitas sekitar 2.000 siswa hingga 3.000 siswa agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan layak.

"Kementerian PU juga tengah menyiapkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Rakyat Tahap 3 yang akan segera memasuki proses lelang," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 27 Juli.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, dengan target jangka panjang satu SR di setiap kabupaten.

Menurut Dody, pembangunan SR menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

"Sekolah Rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan menyekolahkan adik-adik dari keluarga prasejahtera, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya dari prasejahtera menjadi sejahtera, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045," katanya.

Dalam kunjungannya, Dody juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sragen, mulai dari ruang kelas, asrama, ruang makan, fasilitas sanitasi, tempat ibadah hingga sarana olahraga.

SRT 1 Sragen dibangun di atas lahan seluas 59.000 meter persegi dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti rumah susun guru, masjid, kantin, dapur, perpustakaan serta lapangan olahraga.

Secara umum, pembangunan SRT tersebut telah selesai dan siap difungsikan meski masih terdapat sejumlah pekerjaan minor yang perlu disempurnakan, seperti saluran kamar mandi, pemeriksaan talang air dan penyelesaian beberapa detail bangunan.

"Sebetulnya ini sudah selesai. Hanya perlu penyempurnaan pada beberapa bagian di asrama siswa. Namun, sudah bisa difungsikan oleh siswa-siswi baru," ucap Dody.

Pada kesempatan itu, Dody juga menyampaikan pesan kepada para siswa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Dia meminta para siswa memanfaatkan kesempatan belajar dan fasilitas yang telah disediakan pemerintah untuk meraih masa depan lebih baik.

"Atas nama Pemerintah, atas nama Bapak Presiden Prabowo Subianto, saya berharap adik-adik betah di sini dan belajar dengan tekun," terang Dody.

BACA JUGA:


"Gunakan seluruh fasilitas yang telah diberikan negara ini sebaik-baiknya. Jangan pernah merasa rendah diri, karena Sekolah Rakyat justru memberikan kesempatan kepada adik-adik untuk meraih kesuksesan di masa depan. Kalau adik-adik sukses, keluarga sukses, insyaallah negara juga akan maju," sambungnya.

Secara nasional, sebagian besar pembangunan SR juga telah memasuki tahap akhir. Dari sekitar 93 lokasi yang tengah dibangun, hanya sekitar sembilan lokasi yang progresnya masih di bawah 90 persen.

Menurut Dody, keterlambatan tersebut terutama dipengaruhi kendala logistik di wilayah yang sulit dijangkau.

Meski begitu, seluruh proyek telah memasuki tahap penyelesaian akhir dan ditargetkan segera dapat mendukung kegiatan belajar mengajar.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+

Populer

Destry Damayanti Pimpin BI Sementara, Jaga Rupiah Jadi Prioritas

27 Juli 2026, 08:25

Perry Warjiyo Mundur sebagai Gubernur BI, Destry Damayanti Pimpin Bank Indonesia

27 Juli 2026, 08:15

Keppres Pemberhentian Perry Warjiyo Segera Terbit, BI Dijamin Tetap Berjalan

27 Juli 2026, 08:32

IHSG Senin Berpeluang Uji Level 6.000-6.100, Simak Rekomendasi Sahamnya

27 Juli 2026, 07:07

Celios Ingatkan Ancaman Siber Bisa Hambat Ekonomi Digital RI, Data Center jadi Kunci

27 Juli 2026, 13:11