Pemimpin BRICS berkomitmen terhadap kedaulatan, persatuan Suriah
Minggu, 13 September 2026 08:56 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tiga kiri) mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama atau joint tree plantation bersama para pemimpin negara anggota dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di area Nataraj Statue, Bharat Mandapam, Republik India, Sabtu (12/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden/Muchlis Jr/aa.
New Delhi (ANTARA) - Para pemimpin negara-negara BRICS, dalam pernyataan bersamanya pada Sabtu, menyatakan "komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas wilayah Suriah."
"Kami mendesak Suriah untuk secara tegas menentang segala bentuk terorisme dan ekstremisme serta mengambil langkah-langkah konkret guna menanggapi kekhawatiran masyarakat internasional terkait terorisme. Kami kembali menegaskan perlunya penarikan pasukan pendudukan dari Suriah," ungkap pernyataan bersama mereka yang dikeluarkan dalam KTT di New Delhi.
Para pemimpin BRIS itu juga mengecam pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap gencatan senjata serta kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Karenanya, mereka menyerukan Israel untuk menghormati ketentuan yang disepakati dengan pemerintah Lebanon dan menarik pasukan pendudukannya dari seluruh wilayah Lebanon yang masih mereka duduki, ungkap pernyataan para pemimpin negara-negara BRICS itu lebih lanjut.
Terkait dengan situasi di Sudan, para pemimpin negara-negara BRICS itu menyatakan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi di negara itu, termasuk risiko meluasnya terorisme.
"Kami menyatakan keprihatinan serius atas memburuknya situasi di Sudan, termasuk krisis kemanusiaan yang semakin parah dan meningkatnya risiko penyebaran ekstremisme serta terorisme," kata pernyataan itu.
Untuk itu, mereka menegaskan kembali sikap mereka terkait hal itu dan menyerukan gencatan senjata segera dan permanen, serta penyelesaian konflik secara damai melalui dialog.
BRICS merupakan organisasi antar-pemerintah yang didirikan pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China. Afrika Selatan bergabung pada 2011 sedangkan sejumlah negara lain bergabung sejak 2024.
India memegang kepemimpinan bergilir BRICS pada tahun ini. KTT BRICS ke-18 berlangsung pada 12-13 September di New Delhi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : Katriana
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026