Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terus memperkuat sistem distribusi pangan dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui penguatan infrastruktur, pemantauan harga, serta berbagai program pengendalian inflasi pada semester II-2026.
Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda, di Koba, Kamis, mengatakan pemerintah daerah telah menerbitkan Surat Edaran Bupati yang mengimbau distributor dan pelaku usaha untuk menjamin kelancaran distribusi kebutuhan pokok agar pasokan tetap terjaga.
"Selain itu, kami secara rutin memantau perkembangan harga melalui website Inter Hargo dan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), serta melakukan evaluasi melalui rapat teknis mingguan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)," katanya lagi.
Pihaknya juga melakukan pemeliharaan infrastruktur yang menjadi jalur distribusi barang, di antaranya Jembatan Sungai Lempuyang di Desa Jelutung, serta meninjau kondisi jembatan menuju Dusun C3 di Kecamatan Lubuk Besar guna memperlancar arus distribusi.
Selain pembenahan infrastruktur, kata Efrianda, pemerintah daerah juga melaksanakan inspeksi ke pasar dan distributor, serta menggelar diskusi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau atau El Nino terhadap ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan.
Pemkab Bangka Tengah juga memperkuat berbagai program pengendalian inflasi, antara lain Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, gerakan tanam cabai dan bawang merah, serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas cold storage.
"Saat ini sudah tersedia dua cold storage di Kurau dan satu unit lagi sedang dalam proses pembangunan. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan hasil perikanan sehingga dapat mendukung stabilitas harga pangan," kata Efrianda.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.