Tamiang Layang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah mengajak semua elemen masyarakat secara kompak mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa mengakibatkan kabut asap dan kebakaran areal lainnya.
"Kondisi musim kemarau seperti sekarang ini, harus diantisipasi secara serius karena vegetasi, rumput, dan semak yang mengering sangat sangat mudah terbakar," kata Bupati Barito Timur Muhammad Yamin di Tamiang Layang, Minggu.
Menurut dia, kondisi itu menuntut seluruh elemen di kabupaten ini untuk selalu kompak mencegah karhutla dan meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber-sumber api di lingkungan masing-masing.
"Jangan membakar lahan. Saat musim kemarau, rumput dan semak-semak kering, sehingga api sangat mudah menyebar. Kita harus menjaga lahan kita bersama-sama, agar tidak terjadi kebakaran," ucapnya.
Selain mengajak untuk tetap kompak, Bupati Muhammad Yamin dan Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu dan Danyon 925 Uria Mapas memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus memantau kesiapan penanganan karhutla di sejumlah wilayah.
"Pencegahan karhutla harus dimulai dari kesiapan paling bawah. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, harus memastikan perangkat dan masyarakat mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran maupun kekeringan," kata dia.
Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu menambahkan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh unsur, bukan hanya pemerintah dan aparat.
Masyarakat, dunia usaha, hingga perusahaan yang beroperasi di wilayah ini, kata dia, memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani bencana tersebut.
"Kita mengimbau seluruh perusahaan agar ikut berperan aktif dalam penanggulangan bencana, khususnya karhutla. Jangan sampai penanganan hanya dibebankan kepada pemerintah dan aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama," kata dia.
Dirinya juga mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan titik api maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
"Kecepatan informasi dan tindakan di lapangan dinilai sangat penting agar api dapat ditangani sebelum meluas," demikian Adi Nakalelu.
Pewarta: Kasriadi
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.