Pemkab Barut perkuat pengembangan rotan menjadi produk bernilai ekonomis
Rabu, 9 September 2026 10:22 WIB
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara, Mastur (kiri) kunjungi sentra kerajinan rotan di Kecamatan Teweh Timur dan Gunung Purei dalam rangka memberikan pembinaan dan pengembangan potensi anyaman rotan. ANTARA/HO-Disdagrin Barito Utara
Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, terus menggali dan mengembangkan potensi sumber daya lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor industri dan meningkatkan perekonomian masyarakat terutama komoditas rotan.
“Rotan merupakan potensi sumber daya lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Karena itu, kita perlu melihat potensi yang ada di lapangan dan bagaimana pengembangannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara Mastur di Muara Teweh, Rabu.
Menurut dia, upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan kunjungan dan koordinasi di dua kecamatan sentra kerajinan rotan yaitu Teweh Timur dan Gunung Purei guna melihat secara langsung potensi rotan sekaligus peluang pengembangannya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Rotan merupakan salah satu potensi daerah yang perlu mendapat perhatian dan dikembangkan secara berkelanjutan.
"Pengembangan rotan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga membutuhkan penguatan pengolahan, keterampilan masyarakat serta pemasaran produk," katanya.
“Yang kita dorong adalah bagaimana potensi lokal ini tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan demikian, manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi bersama pihak-pihak terkait di tingkat kecamatan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi dan potensi yang ada sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dalam pengembangan industri rotan.
Pewarta : Kasriadi
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.