Tanjungpandan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Sadai, baik aspek pengelolaan sampah maupun penyediaan sarana dan prasarana penunjang.
"Kami dari pemerintah daerah cukup berkonsentrasi untuk pembenahan dan penguatan TPA Gunung Sadai kita ini, karena mau di mana lagi," kata Wakil Bupati Belitung Syamsir setelah mendampingi tim verifikasi dari Kementerian Lingkungan Hidup di TPA Gunung Sadai, Jumat.
Ia menjelaskan saat ini TPA Gunung Sadai sedang mendapatkan pendampingan dari tim Kementerian Lingkungan Hidup.
Proses evaluasi dan pendampingan ini diharapkan dapat berjalan lancar sehingga sanksi atau peringatan terhadap TPA dapat segera diselesaikan serta dicabut.
"Pembenahan TPA Gunung Sadai menjadi fokus utama pemerintah daerah saat ini guna mengoptimalkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup," ujarnya.
Secara perencanaan dan penganggaran, kata dia, langkah-langkah penataan TPA telah terprogram melalui kerja sama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Belitung.
"Jadi secara anggaran juga sudah siap. Nanti ke depan akan dilakukan penataan, sehingga harapan kita TPA ini bisa menjadi percontohan yang baik untuk TPA se-Bangka Belitung," ujarnya.
Selain penataan kawasan, kata dia, kelengkapan sarana dan prasarana pendukung juga menjadi perhatian mendasar guna mendukung serta mempermudah operasional petugas di lapangan.
Dia menjelaskan fungsi TPA Gunung Sadai ke depan tidak sekadar dialokasikan sebagai area penampungan sampah, akan tetapi akan dikembangkan menjadi tempat pengolahan dan pemberdayaan berwawasan lingkungan.
"Kebersihan, pengolahan limbah, hingga area jadi perhatian kita. Bukan saja sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi nanti banyak yang dikemas di sini, mulai dari pembuatan kompos, pemilahan sampah, hingga pemberdayaan kawan-kawan di lapangan," katanya.
Bahkan, kata dia, sebagian kawasan TPA direncanakan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, seperti bercocok tanam oleh para pekerja dan pengelola lokasi tersebut.
"Kita bagusin, jangan hanya kita buang sampah begitu saja," ujarnya.
Kepala DLH Belitung Mardi Smolik mengatakan volume sampah yang masuk TPA Gunung Sadai mencapai 50 ton per hari.
Meskipun beban tersebut cukup dinamis, ujar dia, kapasitas TPA Gunung Sadai diproyeksikan masih memadai untuk operasional hingga lima tahun ke depan.
"TPA Gunung Sadai masih bisa beroperasi lima tahun ke depan kapasitasnya masih mampu dengan kolam landfill yang lama kalau dengan kolam landfill yang baru tentu akan lebih lama karena masih ada lahan di TPA Gunung Sadai," katanya.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.