Pemkab bersama Djarum kampanyekan kebersihan lingkungan cegah stunting
Minggu, 9 Agustus 2026 18:33 WIB
Sejumlah warga mulai memungut sampah di jalanan sambil jalan sehat menyusuri jalan di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan aksi "Resik dan Sehat" atau "SIKAT" kolaborasi Djarum Foundation dengan Pemkab Kudus. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bersama Bakti Sosial Djarum Foundation mengampanyekan pentingnya kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat sebagai salah satu upaya mencegah berbagai penyakit, salah satunya stunting atau tengkes.
Kampanye tersebut diwujudkan melalui aksi "Resik dan Sehat" atau "SIKAT" yang digelar di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Minggu (9/8). Kegiatan diisi dengan jalan sehat sambil memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui peserta.
"Aksi 'SIKAT' di Desa Klaling merupakan kegiatan keempat yang digelar pada tahun ini. Lewat aksi resik dan sehat di Desa Klaling hari ini (9/8) merupakan yang keempat. Sebelumnya kegiatan serupa berlangsung di Desa Wonosoco, Desa Gribig, dan Desa Mejobo,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam, yang mewakili Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di Kudus, Minggu.
Menurut dia kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hal itu dinilai penting karena pengelolaan sampah di Kabupaten Kudus masih perlu terus ditingkatkan.
"Kegiatan ini mengangkat isu gotong royong di tengah masyarakat supaya ikut bersih-bersih di lingkungan. Ini kegiatan yang sangat baik," ujarnya.
Ia mengatakan salah satu hal yang ditekankan Pemkab Kudus, yakni peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola dan memilah sampah.
Dengan adanya kegiatan memungut sampah di sepanjang jalan, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk menjaga kebersihan sekaligus memilah sampah dari lingkungan masing-masing.
"Kalau kita hidup bersih, pasti penyakit-penyakit akan berkurang. Salah satu yang di khawatirkan kasus stunting. Kemudian kasus penyakit lainnya juga bisa diminimalkan," ujarnya.
Selain aksi bersih-bersih, kegiatan SIKAT di Desa Klaling juga diisi dengan jalan sehat sejauh sekitar 2 kilometer serta pelayanan Posyandu dan pemeriksaan kesehatan, termasuk deteksi dini terhadap kondisi tumbuh kembang anak.
"Di dalam juga ada kegiatan posyandu dan deteksi dini anak-anak, baik yang stunting maupun tidak, sehingga bisa dilakukan deteksi sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan upaya tersebut penting dilakukan sejak sekarang untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi emas.
Sementara itu, Senior Manager Bakti Sosial Djarum Foundation David Setiadi mengatakan, aksi SIKAT merupakan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan.
"Aksi resik dan sehat yang diadakan di desa-desa di Kabupaten Kudus tahun ini merupakan lanjutan 'SIKAT' yang pernah dilakukan tahun sebelumnya," ujarnya.
Menurut dia pada 2026 kegiatan SIKAT digelar di empat desa, yakni Desa Wonosoco pada 19 Juli, Desa Gribig pada 26 Juli, Desa Mejobo pada 2 Agustus, dan Desa Klaling pada 9 Agustus 2026.
"Kegiatan ini merupakan upaya mengajak warga masyarakat memiliki pemahaman dan kesadaran pentingnya kepedulian kita menjaga lingkungan dan kesehatan," ujarnya.
Ia menjelaskan program SIKAT dimulai sejak 2025 dan sebelumnya dilaksanakan di lima desa lain di Kabupaten Kudus. Program tersebut bertujuan mendorong masyarakat untuk memahami lingkungan yang bersih dan sehat merupakan salah satu faktor penting yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Untuk menarik partisipasi warga, SIKAT dikemas melalui sejumlah kegiatan, antara lain lomba 3R (Rapi, Resik, Ringkas) antar-RT, gerak jalan sehat sambil memungut sampah, senam sehat, berbagai perlombaan anak-anak, serta pemeriksaan posyandu.
"Untuk mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat, SIKAT menggelar kegiatan-kegiatan yang relevan, kompetitif, dan menarik, yang melibatkan seluruh warga," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.