Pemkab Buol beri bantuan perlengkapan untuk atasi anak tidak sekolah

Pemkab Buol beri bantuan perlengkapan untuk atasi anak tidak sekolah

Minggu, 13 September 2026 14:42 WIB

Image Print

Sejumlah siswa SD Negeri Torue mengikuti pembelajaran di luar kelas di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. ANTARA/Moh Ridwan

Buol (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat intervensi program pendidikan nonformal melalui pemberian bantuan perlengkapan sekolah untuk mengatasi anak tidak sekolah (ATS) di daerah tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol Anita di Buol, Minggu, mengatakan pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan proses validasi terhadap anak-anak yang belum mengakses pendidikan.

"Untuk proses validasi sudah menemukan 3.000 anak diverifikasi dengan melibatkan Dinas Dukcapil serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa termasuk setiap operator di setiap desa," kata dia.

Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, anak putus sekolah disebabkan keterbatasan ekonomi, perundungan, jarak tempuh ke sekolah, dan pernikahan dini.

Ia menyebut pemerintah daerah sudah menjalankan program pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan selama tiga tahun terakhir.

"Jadi intervensi ini meliputi pembagian bantuan alat tulis, seragam, tas, dan sepatu bagi siswa tidak mampu," ucapnya.

Ia mengemukakan bagi anak sudah lama berhenti dari sekolah formal akan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal pada pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) serta Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) setempat.

"Tentunya penanganan ATS diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, hingga orang tua sehingga seluruh anak di Kabupaten Buol mendapatkan hak pendidikan dasar yang layak," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Buol, jumlah sekolah dasar (SD) 158 unit dengan jumlah guru 1.621 orang, sedangkan jumlah sekolah menengah pertama (SMP) 64 unit dengan jumlah guru 954 orang.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026