Pemkab Gunungkidul menyalurkan 37 tangki air bersih ke Rongkop
Senin, 10 Agustus 2026 23:46 WIB
Arsip - Petugas BPBD Kota Madiun medistribusikan air bersih untuk warga Kelurahan Tawangrejo dan Kelun yang kesulitan air karena sumur mereka mengering, Kamis (17/10/2024). ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun
Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyalurkan 37 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di Kapanewon Rongkop yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto di Gunungkidul, Senin, mengatakan bantuan tersebut merupakan salah satu upaya penanganan krisis air bersih di wilayah terdampak kekeringan yang menjadi fokus pemkab saat ini.
"Distribusi bantuan air bersih ke berbagai wilayah terdampak kemarau panjang kita intensifkan karena jadi prioritas," katanya.
Menurut dia, pengadaan air bersih tidak hanya mengandalkan APBD maupun dukungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), tetapi juga dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah donatur swasta untuk menjangkau titik-titik yang belum terlayani jaringan air bersih.
"Kami juga mengarahkan agar melakukan pemetaan untuk antisipasi jangka panjang, sebagai opsi selain dropping air," ujarnya.
Pemkab Gunungkidul juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengupayakan penelitian dan pencarian sumber mata air baru guna memperluas akses infrastruktur air bagi masyarakat Gunungkidul.
"Pemerintah berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada bantuan air saat musim kemarau tiba," katanya.
Ia menilai kekeringan berpotensi berdampak pada sektor pertanian. Namun, hingga saat ini belum ada laporan gagal panen dari petani karena mereka dinilai mulai beradaptasi dengan kondisi cuaca.
"Harapannya dari tingkat pemerintah kalurahan bisa koordinasi dengan baik agar intervensi bantuan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat," ujarnya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026