Barabai (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD HST.
"Dalam rancangan ini, proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp1,46 triliun, sedangkan belanja daerah direncanakan mencapai Rp1,95 triliun," kata Bupati HST Samsul Rizal di Barabai, Kamis.
Raperda tersebut disampaikan Bupati Samsul Rizal kepada Ketua DPRD HST H. Pahrijani bersama jajaran dalam Rapat Paripurna DPRD HST di Lantai II Gedung DPRD HST, Jumat lalu.
Selain proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp1,46 triliun dan belanja daerah mencapai Rp1,95 triliun, selisih antara keduanya membuat APBD 2027 diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp490,62 miliar.
Bupati Samsul Rizal mengatakan penyusunan APBD 2027 mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, APBD tidak hanya menjadi dokumen keuangan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi instrumen untuk memastikan pelayanan dan pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari sisi pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp259,14 miliar, sementara pendapatan transfer menjadi sumber terbesar dengan rencana Rp1,19 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah diproyeksikan sebesar Rp14,50 miliar.
"Optimalisasi PAD tetap menjadi salah satu bagian dalam memperkuat kemampuan keuangan daerah," katanya.
Sementara untuk belanja, anggaran terbesar dialokasikan pada belanja operasi sebesar Rp1,52 triliun, lalu belanja modal direncanakan Rp225,63 miliar, belanja transfer Rp196,97 miliar dan belanja tidak terduga Rp10 miliar.
"Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan dasar masyarakat, termasuk pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas lingkungan hidup serta berbagai urusan pemerintahan daerah," jelas Bupati.
“Penyusunan anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, kebutuhan pembangunan serta kondisi perekonomian, dengan tetap memperhatikan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas,” jelasnya.
Kemudian, untuk menutup defisit Rp490,62 miliar, pemerintah daerah merencanakan pembiayaan netto dengan nilai yang sama.
Penerimaan pembiayaan diproyeksikan Rp500,62 miliar yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya.
Sedangkan pengeluaran pembiayaan direncanakan Rp10 miliar untuk penyertaan modal daerah. Dengan struktur tersebut, sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan ditargetkan nihil.
Setelah Raperda APBD 2027 disampaikan pemerintah daerah, rapat paripurna dilanjutkan dengan penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD HST.
Pembahasan bersama DPRD selanjutnya menjadi tahapan penting untuk menguji kembali rancangan pendapatan, belanja dan pembiayaan tersebut sebelum ditetapkan menjadi APBD HST Tahun Anggaran 2027.
"Semoga proses pembahasan dapat berlangsung terbuka dan konstruktif dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat. Masukan dari DPRD juga diharapkan dapat menyempurnakan rancangan anggaran agar program yang nantinya dijalankan benar-benar tepat sasaran," pesannya.
Pewarta: Muhammad Hidayatullah
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.