Pemkab Kapuas dukung penuh pelestarian olahraga tradisional Manyipet

Pemkab Kapuas dukung penuh pelestarian olahraga tradisional Manyipet

Minggu, 30 Agustus 2026 20:08 WIB

Image Print

Wakil Bupati Kapuas, Dodo, melakukan Menyipet atau Sumpitan dalam pembukaan lomba Menyipet atau Sumpitan Kapuas Rhythm of Culture Tahun 2026 tingkat Regional Kalimantan, Minggu (30/8/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Kuala Kapuas (ANTARA) - Wakil Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Dodo, menyatakan bahwa Pemkab Kapuas, mendukung penuh berbagai kegiatan yang berkaitan dengan seni, budaya dan olahraga tradisional.

“Salah satunya olahraga perlombaan Manyipet atau Sumpitan Kapuas Rhythm of Culture Tahun 2026 tingkat Regional Kalimantan ini,” kata Wabup Dodo, di Kuala Kapuas, Minggu.

Hal itu disampaikannya, saat membuka kegiatan lomba tersebut, yang dilaksanakan oleh pengurus Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kapuas di GOR Panunjung Tarung, Kuala Kapuas.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga tradisional agar semakin diminati masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami berharap kegiatan seperti ini, jangan berhenti hanya pada perlombaan hari ini. Tetapi bagaimana manyipet ini terus kita bina, kita kembangkan dan kita kenalkan kepada generasi muda, sehingga olahraga tradisional ini tetap hidup dan memiliki generasi penerus,” ujar Dodo.

Dodo yang juga Ketua KORMI Kabupaten Kapuas ini, juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjadikan perlombaan sebagai ajang mempererat persaudaraan antarsesama pegiat olahraga tradisional dari berbagai daerah di Kalimantan.

“Yang paling penting adalah sportivitas dan kebersamaan. Silakan berkompetisi dan berikan kemampuan terbaik, tetapi tetap jaga persaudaraan. Karena kita semua hadir di sini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga untuk melestarikan olahraga tradisional yang menjadi bagian dari budaya kita,” katanya.

Baca juga: Bupati Wiyatno pantau pembangunan jalan di Kapuas Barat pastikan berkualitas

Ia berharap penyelenggaraan lomba regional Kalimantan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan olahraga tradisional di Kabupaten Kapuas dan Kalimantan secara umum.

“Kami dari KORMI Kabupaten Kapuas tentu akan terus mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan ke depan peserta semakin banyak, penyelenggaraannya semakin baik, dan olahraga tradisional kita semakin dikenal, bukan hanya di Kalimantan, tetapi juga di tingkat nasional,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Kapuas, Santoso, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 132 peserta yang terdiri dari 92 peserta putra dan 40 peserta putri.

Santoso bahwa manyipet atau sumpitan bukan sekadar olahraga tradisional yang diperlombakan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Kalimantan yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal.

“Kita bukan hanya berkumpul untuk melihat siapa yang paling tepat dalam manyipet, tetapi kita berkumpul untuk merayakan budaya kita. Manyipet atau sumpitan adalah salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat Kalimantan,” demikian Santoso.

Baca juga: Pemkab Kapuas berikhtiar memohon diturunkan hujan atasi karhutla

Baca juga: Festival Besei Kambe Anjir Lake Vol 1 berlangsung semarak

Baca juga: LPTQ Kapuas seleksi 32 calon peserta kafilah untuk MTQH provinsi

Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.