Pemkab KKT latih penenun kain Tanimbar tingkatkan nilai tambah produk - ANTARA News Ambon, Maluku

AMBON (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku, meningkatkan keterampilan penenun melalui pelatihan pencelupan benang menggunakan pewarna alami dan desain fesyen guna menghasilkan produk tenun yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.

Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jawerissa dalam keterangan yang diterima di Ambon, Rabu mengatakan pengembangan keterampilan penenun menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan kain Tenun Tanimbar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan usaha pada kerajinan tersebut.

"Tenun Tanimbar bukan hanya warisan budaya yang harus kita lestarikan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang harus terus dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi," katanya.

Menurut dia, penggunaan bahan pewarna alami dan pengembangan desain dapat memberikan pilihan baru bagi para penenun untuk menghasilkan produk yang lebih beragam tanpa menghilangkan identitas budaya Tanimbar.

Karena itu, Pemkab KKT mendorong para pelaku usaha kerajinan untuk tidak berhenti pada produksi kain tenun, tetapi mengembangkan kain tersebut menjadi berbagai produk turunan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

"Harapannya, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan dan dikembangkan sehingga produk Tenun Tanimbar memiliki kualitas yang semakin baik dan nilai jual yang meningkat," ujarnya.

Pelatihan yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) KKT bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja KKT itu diikuti penenun dari Kota Saumlaki, Desa Oililit, Tumbur, Lorulun, Lermatan, dan Latalam serta wirausaha baru di bidang kerajinan tenun.

Selain pencelupan benang dengan pewarna alami dan desain fesyen, Dekranasda KKT juga menggelar pelatihan pembuatan korset dan rompi menggunakan kain Tenun Tanimbar pada 22-23 September 2026 di Saumlaki.

Pelatihan tersebut menghadirkan desainer Amelia Jang sebagai instruktur untuk membekali peserta dengan keterampilan mengolah kain Tenun Tanimbar menjadi produk fesyen yang memadukan unsur tradisional dengan desain modern.

Ketua Dekranasda KKT Sheren Amelinda Jauwerissa mengatakan pengembangan produk turunan menjadi bagian penting agar kain Tenun Tanimbar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

"Kain Tenun Tanimbar tidak hanya perlu dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus dikembangkan agar dapat hadir dalam berbagai bentuk produk yang sesuai dengan perkembangan zaman," katanya.

Ia berharap peningkatan keterampilan dan kreativitas para pelaku kerajinan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas pemanfaatan kain Tenun Tanimbar dalam industri fesyen.

Dengan pengembangan desain, warna, dan produk turunan, kain Tenun Tanimbar diharapkan mampu bersaing di pasar lokal, nasional hingga internasional dengan tetap mempertahankan karakter dan identitas budaya daerah.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.