Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, membuka akses pasar kopi lokal melalui pelaksanaan Kuningan Kopi Festival 2026 untuk meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka peluang kerja sama bagi petani dan pelaku UMKM.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan Toni Kusumanto di Kuningan, Minggu, mengatakan festival yang digelar 4-6 September 2026 tersebut menjadi wadah mempertemukan pelaku kopi dengan calon pembeli dan mitra usaha.
"Festival ini menjadi ruang untuk mendorong pelaku UMKM sektor kopi agar mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing, baik di pasar nasional maupun internasional," katanya.
Menurut dia, kegiatan yang dipusatkan di Pandapa Paramarta, Kompleks Stadion Mashud Wisnusaputra Kabupaten Kuningan itu melibatkan 75 stan yang menampilkan produk kopi dan berbagai usaha pendukungnya.
Ia mengatakan festival tidak hanya berorientasi pada promosi, melainkan menyediakan business matching untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra sehingga peluang kerja sama bisnis dapat terbuka lebih luas.
Selain itu, kata dia, tersedia klinik kemasan dan legalitas UMKM yang membantu pelaku usaha memperbaiki kesiapan produk sebelum memasuki pasar yang lebih besar.
"Kami optimistis kegiatan ini dapat membuka peluang kerja sama dan kesepakatan bisnis yang konkret, sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah di sektor kopi," ujarnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon Wihujeng Ayu Renganis mengatakan kopi dari kawasan Kuningan dan Gunung Ciremai, memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah apabila pengembangannya dilakukan secara berkelanjutan.
BI Cirebon, lanjut dia, mendampingi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Buana Ciremai yang mencakup Kuningan dan Majalengka melalui peningkatan produktivitas, kualitas, serta mutu kopi.
"Kami bawa kopi-kopi Kuningan ini ke dunia, ke panggung dunia, ke World of Coffee di Bangkok mewakili Kuningan untuk menunjukkan bahwa kualitasnya tidak kalah dengan kopi yang lainnya," katanya.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar berharap festival tersebut menjadi awal pengembangan kopi secara lebih serius sehingga komoditas tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia menyebut produksi kopi Kuningan meningkat dari sekitar 775 ton pada 2023 menjadi 1.236 ton dalam kurun satu tahun, yang menunjukkan peluang komoditas tersebut semakin besar.
Ia menambahkan pernah ada permintaan dari pembeli internasional sebanyak 30 ton kopi Arabika yang belum dapat dipenuhi, sehingga peningkatan produksi, kesinambungan pasokan, kualitas, kelembagaan dan pembiayaan menjadi pekerjaan bersama untuk memperluas pasar kopi Kuningan.
"Karena itu saya berharap Kuningan Kopi Festival ini jangan berhenti hanya sebagai sebuah festival saja, tapi sebagai momentum untuk membangun Kuningan melalui kopi," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Kuningan perluas akses pasar kopi lewat pelaksanaan festival
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.