Pemkab Lamandau optimalkan penanganan karhutla

Pemkab Lamandau optimalkan penanganan karhutla

Selasa, 8 September 2026 13:05 WIB

Image Print

Wabup Lamandau Abdul Hamid. (ANTARA/HO-Pemkab Lamandau)

Nanga Bulik (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah berkomitmen mengoptimalkan upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.

Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid pun turut menghadiri rapat evaluasi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah belum lama ini.

Rapat yang dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng, serta para bupati, wakil bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan penanganan karhutla menghadapi tantangan berat seiring puncak musim kemarau yang berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

Menurut dia, kondisi kemarau diprediksi masih berlangsung hingga akhir Oktober atau bahkan awal November 2026 sehingga diperlukan kesiapan dan kerja sama seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla.

"Penanganan karhutla ini seperti lari maraton. Kita harus siap menghadapi kondisi yang panjang, bukan hanya hari ini," tegas Agustiar.

Ia mengatakan pemerintah tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman api, tetapi juga harus memastikan penanganan dampak karhutla terhadap masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak serta dukungan anggaran yang memadai.

Baca juga: Bupati Lamandau instruksikan penguatan pencegahan dan penanggulangan karhutla

Dalam rapat tersebut, Pemprov Kalteng bersama Forkopimda juga melakukan penandatanganan Maklumat Bersama sebagai bentuk komitmen dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

Komitmen tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah nyata di lapangan dengan memperkuat koordinasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Pewarta : Yansyah
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.