Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi meluncurkan program Bersama Siswa Tanam Cabai atasi Inflasi (Besti) sebagai bagian dari gerakan menanam cabai dalam mengendalikan inflasi.
"Program ini melibatkan satuan pendidikan di seluruh wilayah Lombok Tengah," kata Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah saat acara peluncuran program gerakan tanam cabai yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Praya Tengah, Sabtu.
Ia mengatakan pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas cabai yang kerap mengalami fluktuasi harga, memerlukan langkah-langkah strategis yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
"Salah satu upaya nyata yang dapat dilakukan adalah membangun kesadaran dan budaya menanam sejak dini melalui lingkungan pendidikan," katanya.
Menurut Wabup, sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, ketahanan pangan, serta membangun karakter generasi muda yang inovatif dan produktif.
"Melalui program ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga pengalaman langsung dalam membudidayakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Baca juga: Pemprov NTB wajibkan 41 ribu siswa baru tanam cabai
Ia mengatakan program ini memiliki nilai, komitmen, dan inovasi, karena itu harus direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara sungguh-sungguh, serta dijaga keberlanjutan agar mampu memberikan hasil yang nyata.
"Saya berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya di lingkungan sekolah," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan agar program ini berjalan optimal.
Pendampingan teknis, mulai dari proses penanaman hingga masa panen, dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan keberhasilan Gerakan Menanam Cabai di setiap sekolah.
Selain itu, Wakil Bupati berharap para kepala sekolah dapat mengintegrasikan gerakan menanam cabai ke dalam proses pembelajaran sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan, kepedulian terhadap sektor pertanian, dan kesadaran akan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan.
Ia optimistis apabila dikelola dengan baik, hasil panen nantinya tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengendalian inflasi di Kabupaten Lombok Tengah.
"Program ini harus terus dikembangkan ke berbagai lembaga pendidikan lainnya, termasuk pondok pesantren yang memiliki potensi lahan cukup luas untuk mendukung gerakan ketahanan pangan," katanya.
Baca juga: Pemkab Gianyar buat gerakan tanam cabai untuk jaga stabilitas harga
Baca juga: DKI salurkan bibit cabai dan sayur ke warga wujud ketahanan pangan
Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.