Pemkab Seluma anggarkan Rp200 juta untuk pembangunan TPI - ANTARA News Bengkulu

Kabupaten Seluma (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma, Provinsi Bengkulu menganggarkan dana sebesar Rp200 juta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026 untuk pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI) Muara Maras Kecamatan Semidang Alas Maras.

Untuk pembangunan TPI tersebut akan diawali dengan pelaksanaan titik nol yang direncanakan dilaksanakan pada awal Agustus 2026.

"Seluruh proses administrasi dan persiapan teknis tengah diselesaikan agar pekerjaan dapat segera dimulai. Saat ini tahapan persiapan terus kita lakukan agar proses pembangunan berjalan sesuai jadwal," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Seluma Ali Sadikin di Bengkulu, Jumat.

Anggaran Rp200 juta tersebut terbagi menjadi Rp185 juta untuk pekerjaan fisik pembangunan TPI tersebut, sedangkan Rp15 juta dialokasikan untuk penyusunan dokumen perencanaan.

"Gedung TPI baru akan dibangun di lahan hibah dari Pemerintah Desa Muara Maras seluas 10 x 20 meter. Lokasinya berada tidak jauh dari bangunan lama," sebut dia.

Ali menerangkan, pembangunan TPI tersebut nantinya memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Seluma.

Serta, berfungsi untuk memperlancar distribusi dan pemasaran ikan sehingga memberikan nilai tambah bagi hasil tangkapan nelayan.

Lanjut dia, selama ini nelayan harus membangun tenda darurat secara swadaya sebagai tempat pelelangan, dengan kondisi demikian tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga menyulitkan proses transaksi, khususnya saat cuaca hujan atau angin kencang.

Dengan keterbatasan fasilitas juga berdampak terhadap kualitas pelayanan dan penanganan hasil tangkapan ikan.

Oleh karena itu, dengan adanya pembangunan gedung TPI baru diharapkan mampu mengembalikan fungsi pelelangan secara optimal, agar aktivitas jual beli hasil tangkapan dapat berlangsung lebih tertib, nyaman, dan aman.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.