Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur melibatkan banyak pihak untuk penanganan kekurangan air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo Timbul Surdjanto menyampaikan ada beberapa pihak yang terlibat membantu mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan, di antaranya Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian PU, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Situbondo.
"Selain menggunakan armada truk tangki milik BPBD, pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak kekeringan juga ada armada truk dari PMI, BBWS dan truk tangki milik PDAM," katanya di Situbondo, Senin.
Menurut Timbul, empat armada truk tangki milik BPBD, PDAM, BBWS dan PMI telah ditetapkan jadwal untuk pendistribusian air bersih ke desa-desa yang mengalami kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mereka.
Pada hari ini, lanjut dia, merupakan jadwal armada truk milik PDAM mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.
"Jadi, pemerintahan desa yang sudah mengajukan bantuan air bersih kami secara terjadwal mengirim air bersih masing-masing armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter," ujar Timbul.
Dia menyebutkan, ada sebanyak delapan desa dan tersebar di enam kecamatan mengalami kekurangan air bersih karena sumber mata air berkurang pada musim kemarau.
"Dari delapan desa yang mengalami kekurangan air bersih tersebut tersebar di 12 dusun," kata Timbul.
Data diperoleh, wilayah Situbondo terdampak kekeringan pada tahun ini dan telah mengajukan bantuan air bersih, yakni Dusun Karang Nangka, Desa Selowogo (Kecamatan Bungatan), Dusun Bendusa dan Dusun Polay di Desa Jatisari, Dusun Telagasari, Desa Curahtatal (Kecamatan Arjasa).
Dusun Bedera, Desa Sumbrejo, Dusun Sekarputih dan Dusun Curahtemu, Desa Sumberanyar (Kecamatan Banyuputih), Dusun Sokaan Utara, Desa Gunung Putri (Kecamatan Suboh), Dusun Tubo Timur, Desa Rajekwesi (Kecamatan Kendit), dan Dusun Krajan, Desa Kembangsari (Kecamatan Jatibanteng).
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.