Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memperkuat koordinasi penanganan pascabencana banjir bandang dengan memutakhirkan data, mengatur personel dan alat berat serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
Bupati Solok Jon Firman Pandu di Solok, Minggu mengatakan seluruh unsur yang terlibat perlu menjaga sinergi agar penanganan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara efektif sesuai kebutuhan di lapangan.
Koordinasi tersebut dilakukan melalui rapat di Posko Penanganan Bencana Kabupaten Solok, Sabtu (26/9) malam, untuk mengevaluasi penanganan yang telah dilakukan sekaligus menyusun rencana kegiatan pada hari berikutnya.
"Kita semua hari ini bertanggung jawab bagaimana bersama-sama menangani masyarakat yang terdampak," katanya.
Rapat tersebut diikuti unsur BNPB, Pemerintah Kabupaten Solok, TNI, Polri/Brimob, TNI AL, PMI, relawan serta sejumlah perangkat daerah yang terlibat dalam penanganan bencana.
Pembahasan mencakup evaluasi pembersihan material, pemutakhiran data wilayah terdampak, penempatan alat berat dan armada, distribusi air bersih, dukungan dapur umum, kebutuhan logistik dan kesehatan serta pendataan bantuan yang masuk melalui posko.
Pendamping BNPB Udrekh dan Eny mengarahkan pengelolaan posko agar dilakukan sesuai standar penanganan kedaruratan, termasuk memperjelas pembagian tugas dan menata zonasi kerja berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.
Mereka juga meminta informasi dan data dari lapangan diperbarui secara berkelanjutan agar kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditindaklanjuti dan menjadi dasar pengambilan keputusan.
Dari sisi operasional, alat berat ditempatkan sesuai kebutuhan untuk membersihkan material, mengeruk drainase dan saluran air serta mengangkut material dari lokasi terdampak. Penempatan personel juga disesuaikan agar tidak terjadi penumpukan pada satu lokasi.
Distribusi air bersih menjadi salah satu prioritas penanganan dengan mengoordinasikan armada tangki dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dan masjid. PMI turut mendukung penyediaan air bersih untuk kebutuhan beberapa hari ke depan.
Sementara itu, Dinas Sosial mempertahankan operasional dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan masyarakat terdampak dan personel. Dukungan tenaga dari daerah lain juga disiapkan untuk membantu proses pengolahan makanan.
Bupati mengingatkan personel memperhatikan kondisi cuaca dan arus sungai selama bertugas serta menjaga kesehatan dengan memastikan ketersediaan obat-obatan, vitamin, makanan dan waktu istirahat yang cukup.
"Kita jaga bersama kesiapan menghadapi cuaca hujan dan arus sungai. Obat-obatan, vitamin dan kebutuhan lainnya juga harus diperhatikan," ujarnya.
Pemkab Solok juga membahas tindak lanjut bantuan bagi korban meninggal dunia dan masyarakat terdampak sesuai ketentuan, sembari meminta seluruh unsur melaksanakan penanganan dengan sabar dan mengutamakan keselamatan selama bertugas.