Pemkot: Palu Mapan salah satu strategi penguatan ketahanan pangan

Pemkot: Palu Mapan salah satu strategi penguatan ketahanan pangan

Kamis, 6 Agustus 2026 12:48 WIB

Image Print

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah mengatakan program inovasi Palu Mandiri, adaptif, dan stabilitas pangan (Palu Mapan) merupakan salah satu strategi dalam penguatan ketahanan pangan daerah.

"Di tengah keterbatasan lahan pertanian, maka program inovasi lewat kelurahan menanam harus digenjot untuk penguatan ketahanan pangan, sekaligus pengendalian inflasi," kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin di Palu, Kamis.

Menurut dia gerakan Palu Mapan selain penguatan ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat di tingkat kelurahan.

Program itu bertujuan untuk mengendalikan inflasi daerah, memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat melalui pemanfaatan lahan tidur dan pekarangan menjadi area produktif.

"Bahan pangan salah satu pemicu inflasi. Kami membagi wilayah-wilayah tematik gerakan Palu Mapan, salah satunya Kelurahan Poboya yang difokuskan untuk menanam komoditas cabai sebanyak 2 ribu bibit," ujarnya.

Ia menjelaskan program inovasi itu diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan lokal, melalui gerakan tanam komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, tomat, jagung dan kacang tanah serta optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui urban farming maupun pengembangan hidroponik di seluruh wilayah.

Langkah itu dimaksudkan guna penyiapan pasokan untuk konsumsi kebutuhan rumah tangga bila sewaktu-waktu terjadi gejolak harga, maka masyarakat sudah memiliki penyangga.

"Cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki peran penting dalam kebutuhan konsumsi rumah tangga dan turut berpengaruh terhadap dinamika harga pangan di pasar. Maka komoditas tersebut menjadi prioritas untuk ditanam," kata dia menuturkan.

Lima komoditas hortikultura dan tanaman pangan tidak hanya sekedar berorientasi pada keuntungan nilai ekonomis, melainkan sebagai langkah untuk memastikan program dapat terus berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

"Kami berharap 46 kelurahan di Kota Palu lebih masif mengembangkan lima komoditas yang telah ditetapkan pemerintah," ucapnya.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026