Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melanjutkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026, untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus menjamin seluruh perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan bertumpu pada data yang akurat, mutakhir dan tepat sasaran.
Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti di Samarinda, Rabu, menegaskan pentingnya kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) di tengah pesatnya transformasi pembangunan Kota Tepian.
"Pembangunan Kota Samarinda yang tepat sasaran tidak lahir dari asumsi semata, melainkan dari data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui Desa Cantik, Pemkot Samarinda ingin memastikan bahwa perencanaan di tingkat kelurahan didasarkan pada data yang presisi,” ujar dia.
Neneng memberikan apresiasi kepada para agen statistik kelurahan yang telah menerapkan tahapan Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) dalam proses pendataan.
Menurut dia, program tersebut berorientasi pada implementasi nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar urusan administrasi.
“Hasil pendataan ini tidak berhenti sebagai tumpukan laporan, tetapi langsung ditindaklanjuti untuk menjawab kebutuhan nyata warga, seperti penanganan stunting, pendataan pertanian, dan pengembangan sektor wisata,” katanya melanjutkan.
Pada tahap awal, Program Desa Cantik diakselerasi melalui pemutakhiran data di tiga kelurahan percontohan dengan karakteristik dan fokus pengembangan yang berbeda.
Pertama, di Kelurahan Bandara dengan fokus pada penanganan stunting, di bawah kepemimpinan Lurah Siti Fitriyah, hasil analisis BPS mengungkap temuan kasus stunting di wilayah tersebut tidak lagi dipicu oleh faktor infrastruktur fisik.
Hambatan utama justru bergeser pada perilaku domestik dan kondisi kesehatan spesifik pada rumah tangga.
Kedua, di Kelurahan Lempake dengan fokus para sektor pertanian, melalui Plt Lurah Euis Nurfaridah. Kelurahan tersebut menerapkan analisis deskriptif untuk membukukan 298 petani ke dalam Booklet Hasil Pendataan Lengkap Karakteristik Usaha Pertanian Kelurahan Lempake.
"Dokumen ini kini menjadi rujukan utama kebijakan ketahanan pangan daerah," katanya menjelaskan.
Ketiga, di Kelurahan Masjid dengan fokus pada pengembangan wisata Kampung Ketupat yang, menurut Plt. Lurah Rudi Hartono, pendataan berbasis survei telah menghasilkan publikasi tematik dan infografis lintas sektor.
Data tersebut langsung diwujudkan dalam rencana aksi nyata, mulai dari penambahan fasilitas umum, penguatan promosi digital, hingga manajemen sampah ramah lingkungan.
Program Desa Cantik (Cinta Statistik) di Kota Samarinda mulai berjalan sejak tahun 2024, dengan pelaksanaan awal di Kelurahan Dadi Mulya, lalu berlanjut ke Kelurahan Bukit Pinang pada 2025, dan kembali diluncurkan untuk cakupan lebih luas pada tahun 2026.
Sementara itu, Statistisi Ahli Madya BPS Kaltim Ika Ayuningtyas mengingatkan bahwa validitas data di tingkat lokal merupakan penentu utama efektivitas program bantuan pemerintah, termasuk bantuan sosial (bansos).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk kooperatif saat petugas melakukan pendataan lapangan.
Untuk mendukung keterpaduan data, Pemkot Samarinda turut meluncurkan Aplikasi Desa Cantik Kota Samarinda. Platform digital itu diperkenalkan oleh Statistisi Ahli Muda Diskominfo Samarinda Bambang Deni Ariyanto.
Aplikasi tersebut dirancang untuk menyokong penuh kebijakan Satu Data Indonesia melalui fitur input data terintegrasi, manajemen akses yang aman, serta dashboard interaktif yang terhubung langsung dengan Portal Satu Data Kota Samarinda.
Pemkot Samarinda bersama BPS menargetkan replikasi Program Desa Cantik dapat diperluas ke seluruh kelurahan di Kota Samarinda. Replikasi massal ini diharapkan mampu mewujudkan wilayah yang mandiri, inklusif, dan sepenuhnya berbasis data presisi.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.