Pemprov Bengkulu minta perusahaan perkuat pencegahan karhutla - ANTARA News Bengkulu

Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu akan memberikan teguran kepada perusahaan perkebunan yang tidak serius melakukan deteksi dini dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita akan kasih teguran dan kita akan turunkan tim agar mereka mempunyai 'teamwork' pengamanan pencegahan kebakaran, seperti yang diterapkan oleh PT Agro Muko," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Bengkulu, Selasa.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pencegahan, Mitigasi, dan Pengendalian Karhutla di Provinsi Bengkulu.

Mian mengatakan deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya mencegah karhutla, terlebih kebakaran hutan dan lahan menjadi persoalan yang membutuhkan kesiapsiagaan seluruh pihak.

Menurut dia, sejumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di Bengkulu telah dipantau dan diharapkan tidak berkembang menjadi kebakaran yang meluas.

Baca juga: Wagub Bengkulu instruksikan upaya cegah karhutla sampai tingkat desa

"Meskipun ada beberapa 'hotspot', semua sudah terpantau. Mudah-mudahan tidak meluas dan jangan anggap enteng," katanya.

Mian menegaskan kondisi Bengkulu memang tidak seperti Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau, tetapi hal tersebut bukan alasan untuk mengurangi kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.

Menurut dia, upaya deteksi dini yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu bersama pihak terkait harus menjadi momentum untuk memastikan kesiapan setiap unsur, termasuk perusahaan perkebunan.

Perusahaan yang memiliki lahan gambut, kata dia, perlu mendapat perhatian karena pencegahan kebakaran membutuhkan kesiapan tim serta sistem penanganan yang memadai.

Mian juga mengatakan perusahaan yang tidak menghadiri rapat pencegahan, mitigasi, dan pengendalian karhutla yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu pada Selasa menjadi perhatian pemerintah daerah.

Baca juga: Presiden bantu Kodam mobil damkar dan ekskavator tangani karhutla di Kalimantan

Pemerintah provinsi, lanjut dia, dapat memberikan teguran serta menurunkan tim untuk memastikan perusahaan memiliki kesiapan dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla.

Sementara itu, Kepala DLHK Provinsi Bengkulu Safnizar mengatakan sebanyak 1.350 titik panas terdeteksi di wilayah Bengkulu sepanjang Januari hingga 27 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Kaur menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 366 titik.

Berdasarkan data indikasi luas kebakaran hutan dan lahan, DLHK mencatat luas lahan yang terindikasi terbakar mencapai 125,15 hektare.

Safnizar mengatakan data titik panas perlu disandingkan dengan indikasi luas kebakaran serta diverifikasi di lapangan untuk mengetahui lokasi kejadian, karakteristik wilayah, kemungkinan penyebab, pola kejadian, dan faktor yang memengaruhi kebakaran.

DLHK Provinsi Bengkulu selanjutnya memperkuat pencegahan dan pengawasan melalui patroli terpadu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, serta pengawasan terhadap perusahaan perkebunan dan pemegang izin berusaha.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.