Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo menilai model usaha Warteg Kharisma Bahari dapat menjadi contoh pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengedepankan keterjangkauan harga, peningkatan kualitas layanan, serta kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie di Gorontalo, Jumat, mengatakan daya saing UMKM tidak lagi hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga kemampuan menghadirkan produk yang berkualitas, higienis, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
"Warteg Kharisma Bahari mengusung konsep UMKM modern dengan tetap mengikuti regulasi yang berlaku. Meski menawarkan harga terjangkau, kualitas makanan, kebersihan, dan pelayanan tetap menjadi prioritas," kata Idah.
Menurut dia, transformasi model usaha menjadi salah satu langkah yang diperlukan agar UMKM mampu bertahan sekaligus memperluas pasar di tengah meningkatnya persaingan sektor kuliner.
Ia juga menilai kemitraan dengan pelaku usaha lokal dapat memperkuat rantai pasok dan membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi produk-produk UMKM daerah.
Pemilik Warteg Kharisma Bahari Gorontalo Alham Prasogo Habibie mengatakan pembukaan usaha tersebut didorong oleh peluang pasar yang masih terbuka di Gorontalo, terutama untuk penyediaan makanan siap saji dengan harga terjangkau dan kualitas yang terjaga.
"Kami melihat di Gorontalo belum ada konsep warung tegal seperti ini. Karena itu kami mencoba menghadirkan pilihan makanan yang harganya terjangkau, tetapi kualitas tetap kami jaga," ujar Alham.
Ia mengatakan sejumlah menu disesuaikan dengan selera masyarakat Gorontalo.
Warteg tersebut juga memasarkan roti dan kue basah produksi UMKM lokal sebagai upaya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha daerah.
Selain melayani pelanggan secara langsung, Warteg Kharisma Bahari menerima pesanan katering dan nasi kotak untuk kebutuhan perkantoran maupun kegiatan masyarakat.
Model usaha tersebut diharapkan dapat menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.