Pemprov Papua kirim 30 ton kopra Sarmi ke Surabaya senilai Rp516 juta
Rabu, 12 Agustus 2026 19:47 WIB
Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen saat melepasan pengiriman kopra Sarmi ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, bertempat Pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura, Selasa (11/8) (ANTARA/HO- Pemprov Papua)
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melepas pengiriman 30 ton kopra produksi petani Kabupaten Sarmi ke Pelabuhan Surabaya dengan nilai ekonomi sekitar Rp516 juta sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.
Wakil Gubernur Papua Aryoko A F Rumaropen di Jayapura, Selasa, mengatakan pengiriman kopra tersebut menjadi bukti bahwa potensi lokal Papua dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
"Nilai ini mungkin baru sebuah awal, tetapi memiliki makna yang sangat besar. Ini adalah bukti bahwa apabila potensi lokal dikelola secara serius, maka akan tercipta lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," katanya usai pelepasan pengiriman kopra Sarmi, bertempat Pelabuhan Jayapura.
Menurut Aryoko, pengiriman kopra tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, petani, dunia usaha, mitra pembangunan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan komoditas unggulan Papua.
"Kami akan terus memberikan dukungan terhadap program peningkatan produktivitas masyarakat, khususnya sektor ekonomi yang bertumpu pada potensi lokal dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan," ujar dia.
Dia menjelaskan kelapa merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan peluang pasar yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Papua memiliki potensi pengembangan kelapa sekitar 10.615 hektare yang tersebar di kawasan pesisir dan dataran rendah pada empat kabupaten sentra, yakni Jayapura, Sarmi, Biak Numfor, dan Supiori," katanya menambahkan.
Lebih lanjut ia mengatakan potensi itu harus dikelola secara optimal melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, petani, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Selain kelapa kami mendorong pengembangan sejumlah komoditas unggulan lainnya, seperti kakao, vanili, sagu, dan kelapa sawit melalui perencanaan yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir," ujar dia.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026