Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:12 WIB
Malang, VIVA – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan tim gabungan masih terus berjibaku melakukan upaya penanganan peristiwa kebakaran di Blok Bantengan yang masuk ke dalam kawasan taman nasional tersebut.
Baca Juga
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono mengatakan, kobaran api di wilayah tersebut masih muncul dan merembet ke area Watu Gede.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sampai ke Watu Gede, masih belum padam," kata Bambang, Selasa 4 Agustus 2026.
Baca Juga
Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
Photo :
- ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS
Upaya penanganan kejadian kebakaran melibatkan banyak pihak, mulai dari Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST) masyarakat dari Desa Ngadas, Kabupaten Malang, masyarakat Desa Ranu Pani, Kabupaten Lumajang, hingga TNI.
Baca Juga
Mengacu keterangan Balai Besar TNBTS, peristiwa kebakaran hutan di Blok Bantengan terjadi pada Senin 3 Agustus sekitar pukul 17.00 WIB.
Dia menyampaikan siang tadi penanganan kebakaran menghadapi beberapa kendala di lapangan. Selain karena medan yang berupa tebing, faktor hembusan angin juga mempengaruhi pemadaman di lapangan.
Oleh karena itu, seluruh usaha pemadaman dilakukan dengan memprioritaskan keamanan dan keselamatan para petugas di lapangan.
"Kalau peralatan sudah ada, bantuan dari BPBD Kabupaten Probolinggo dan BPBD Kabupaten Malang," ucap dia.
Balai Besar TNBTS masih belum bisa menyimpulkan dugaan penyebab kebakaran di Blok Bantengan yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
"Masih diselidiki," ucapnya.
Pihaknya berharap masyarakat terus memberikan dukungan terhadap usaha petugas menangani kejadian kebakaran ini agar peristiwa tersebut bisa secepatnya teratasi keseluruhan.
Dampak kebakaran pun mengharuskan Balai Besar TNBTS menutup tiga jalur akses wisata ke Gunung Bromo, yakni dari wilayah Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro, Kabupaten Lumajang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penutupan tiga akses tersebut dilakukan per hari ini pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Meski demikian, wisatawan tetap bisa mengakses kawasan Gunung Bromo melalui wilayah Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. (Ant)
Kebakaran Bromo Makin Meluas, TNBTS Buat Sekat Bakar 10 Meter untuk Cegah Api Menjalar ke Kawasan Lain
TNBTS sekarang ini tengah membuat sekat bakar selebar 5-10 meter untuk menahan kebakaran hutan di Bromo agar tidak semakin meluas hingga kawasan savana.
VIVA.co.id
4 Agustus 2026