Depok (ANTARA) - Peneliti Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menilai keberhasilan pencegahan narkoba tidak cukup diukur dari jumlah narkotika yang berhasil disita, tetapi juga dari kemampuan mencegah anak memulai penyalahgunaan narkotika.
Pandangan tersebut merupakan salah satu hasil kajian Tim Klinik Digital bersama Devie terhadap program ANANDA Bersinar Badan Narkotika Nasional (BNN) yang disampaikan dalam keterangannya, Kamis.
"Kalau selama ini keberhasilan pemberantasan narkoba sering terlihat dari berapa kilogram narkotika yang disita, maka pencegahan memiliki ukuran keberhasilan yang berbeda, yaitu berapa banyak anak yang akhirnya tidak pernah memulai," kata Devie.
Menurut dia, hasil dari upaya pemberantasan melalui penyitaan narkotika dapat terlihat secara langsung, sedangkan dampak program pencegahan membutuhkan waktu lebih panjang untuk dapat diukur.
"Yang pertama bisa difoto hari ini. Yang kedua baru terlihat bertahun-tahun kemudian. Tetapi justru yang kedua merupakan investasi terbesar sebuah negara," katanya.
Devie mengatakan keterlibatan 818 guru, pengembangan layanan bagi anak dan remaja, serta pemanfaatan kegiatan komunitas dan olahraga menunjukkan pendekatan pencegahan tidak berhenti pada kampanye komunikasi mengenai bahaya narkoba.
Menurut kajian tersebut, pencegahan perlu membangun lingkungan yang membantu anak memiliki kemampuan untuk tidak memulai penyalahgunaan narkotika.
Anggota Tim Riset Klinik Digital Giri Lumakto mengatakan pencegahan narkoba tidak cukup hanya membuat anak takut terhadap narkoba.
"Pencegahan terbaik adalah membuat anak memiliki keterampilan menolak, teman yang mendukung, guru yang mampu merespons, keluarga yang dapat menjadi tempat aman, sekolah yang mempunyai sistem, dan layanan yang tersedia ketika pertolongan diperlukan," katanya.
Kajian tersebut menemukan pendekatan ANANDA Bersinar bergerak pada sejumlah lapisan lingkungan sosial, mulai dari individu, teman sebaya, keluarga, sekolah, komunitas hingga sistem dan layanan.
Riset dilakukan dengan menganalisis halaman web terstruktur yang memuat aktivitas program dalam rentang 30 Januari hingga 19 Agustus 2026.
Menurut Devie, analisis dilakukan melalui pencarian dan seleksi sumber, ekstraksi data, normalisasi angka, serta triangulasi sumber resmi BNN dan pemerintah dengan portal program, media, serta publikasi institusional.
Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.