Padang (ANTARA) - Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB).
Kali ini, tim pengabdi dari Departemen Pendidikan Luar Biasa (PLB) UNP, menggelar kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Guru SD Pembangunan Laboratorium UNP dalam Penggunaan Aplikasi I-CIBI untuk Deteksi dan Pengembangan Murid Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa.
Tim pengabdi ini diketuai oleh Dr. Nurhastuti, S.Pd., M.Pd., beranggotakan Syari Yuliana, S.Pd., Gr., M.Pd., Mardatillah Zulpiani, S.Pd., M.Pd., dan Harlina Ramelan, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan yang digelar pada 24 dan 25 Agustus, diikuti oleh 12 orang guru SD Pembangunan Laboratorium UNP sebagai peserta pelatihan, serta melibatkan dua orang siswa yang berperan sebagai subjek simulasi penggunaan Aplikasi I-CIBI secara langsung.
Kegiatan ini merupakan bentuk hilirisasi hasil riset dosen PLB UNP, dimana Aplikasi I-CIBI instrumen digital untuk mengidentifikasi anak Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) diimplementasikan langsung kepada para guru di SD Pembangunan Laboratorium UNP.
Melalui skema PPUB, hasil penelitian akademis tidak lagi berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan disebarluaskan agar memberi dampak langsung di lapangan.
Pada hari pertama, para guru menerima penyampaian materi konsep dasar CIBI serta petunjuk teknis penggunaan Aplikasi ICIBI, mulai dari cara menginput data instrumen identifikasi hingga membaca hasil rekomendasi potensi siswa.

Hari kedua difokuskan pada praktik langsung, di mana para guru menerapkan aplikasi tersebut secara mandiri kepada murid-murid di sekolah, untuk mendeteksi potensi kecerdasan dan bakat istimewa mereka sejak dini.
Ketua Tim Pengabdi, Dr. Nurhastuti, M.Pd., di Padang, Sabtu menjelaskan bahwa program ini berangkat dari kebutuhan riil para pendidik dalam mengidentifikasi potensi siswa secara praktis dan berbasis data ilmiah.
“Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) ini menjadi jembatan utama untuk mengalirkan hasil-hasil riset kampus langsung ke sekolah. Aplikasi ICIBI kami hadirkan agar guru-guru di SD Pembangunan Laboratorium UNP memiliki instrumen identifikasi CIBI yang praktis, terukur, dan berbasis data ilmiah. Kami tidak hanya menyebarluaskan aplikasinya, tetapi juga memberikan pelatihan serta pendampingan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SD Pembangunan Laboratorium UNP, Yasmadewi, S.Pd, menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini.
Ia mengungkapkan selama ini para guru di sekolahnya hanya mengandalkan tes manual dalam mengidentifikasi potensi kecerdasan dan bakat istimewa siswa, sehingga kehadiran Aplikasi ICIBI dirasakan sangat membantu.
“Selama ini kami hanya menggunakan tes manual untuk mengidentifikasi anak-anak yang memiliki potensi cerdas istimewa dan bakat istimewa, jadi kami sangat membutuhkan aplikasi seperti ICIBI ini. Dengan aplikasi ini, hasil identifikasi bisa langsung disimpan dan dicetak, sehingga jauh lebih praktis dan datanya lebih rapi untuk didokumentasikan sebagai arsip sekolah,” katanya.

Dengan pendekatan pelatihan bertahap dari pembekalan konsep, dan teknis di hari pertama hingga praktik langsung di lapangan pada hari kedua, guru-guru diharapkan mampu menguasai aplikasi secara mandiri dan berkelanjutan dalam mendukung proses identifikasi murid CIBI di sekolah masing-masing.
Kegiatan pengabdian ini turut mendukung pencapaian sejumlah poin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan akses layanan pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan belajar setiap anak, termasuk anak dengan potensi cerdas istimewa dan bakat istimewa.
Selain itu, SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui hilirisasi inovasi teknologi pendidikan berupa Aplikasi ICIBI ke dalam praktik nyata di sekolah.
Hal ini juga sejalan dengan SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui upaya deteksi dini yang memastikan setiap anak mendapat layanan pendidikan sesuai potensinya; serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar.
Keberhasilan hilirisasi riset melalui PPUB ini menegaskan peran strategis UNP dalam mendorong digitalisasi instrumen pendidikan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar.