Pontianak (ANTARA) - Inisiator Gerakan Tanam Kopi Liberika Sendoyan dan hilirisasi produk lada di Kabupaten Sambas, Dedi A. Khansa, menerima penghargaan dari Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan atas dedikasinya mengembangkan komoditas perkebunan daerah.
"Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Garuda, Kantor Gubernur Kalbar. Dedi menjadi satu dari lima penerima penghargaan Gubernur Kalbar yang diusulkan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar atas kontribusinya dalam menggerakkan petani mengembangkan kopi liberika dan meningkatkan nilai tambah komoditas lada," kata Plt. Kepala Disbunnak Kalbar Rino Anteno Tenggo di Pontianak, Senin.
Rino mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada lima penerima, terdiri atas tiga orang di bidang peternakan dan dua orang di bidang perkebunan.
"Penghargaan yang ada bukan hanya sekadar seremonial, namun ke depan berdampak nyata dan berkelanjutan. Tidak kalah penting dilakukan pembinaan untuk sinergi membangun Kalbar," ujarnya.
Rino menegaskan para penerima penghargaan akan terus mendapat pembinaan sehingga kiprah mereka dapat berkembang dan memberikan dampak lebih luas bagi petani serta perekonomian Kalbar.
Di ketahui, gerakan Tanam Kopi Liberika Sendoyan yang diinisiasinya sejak 2023 kini telah berkembang hingga lebih dari 100 hektare dan melibatkan petani, kelompok tani, serta gabungan kelompok tani di Desa Sendoyan, Kabupaten Sambas.
"Sangat bersyukur dan terima kasih atas penghargaan dari Gubernur Kalbar. Ini menjadi motivasi dan semangat bagi kami di Desa Sendoyan. Penghargaan ini saya persembahkan untuk petani Sendoyan dan para pihak yang mendukung penuh selama ini," ujar Dedi.
Dedi mengatakan gerakan tersebut merupakan upaya mengembalikan kejayaan kopi di Sendoyan yang sejak 1970-an dikenal sebagai salah satu sentra kopi. Seiring waktu, luas perkebunan kopi di daerah itu terus menyusut hingga tersisa beberapa hektare.
Menurut dia, potensi kopi liberika di Sendoyan masih sangat besar karena didukung kesesuaian lahan, ketersediaan lahan, permintaan pasar, serta harga komoditas yang relatif tinggi.
"Sayang potensi ini kalau tidak ditangkap. Oleh karena itu, dibentuk Poktan Batu Layar Sejahtera sebagai percontohan dan dihadirkan program gerakan tanam," katanya.
Pengembangan kopi tersebut kemudian mendapat dukungan berbagai pihak. Pada akhir 2024, petani memperoleh bantuan bibit kopi liberika unggul atau bersertifikat dari Kementerian Pertanian melalui dukungan Disbunnak Kalbar dan BPTP Pontianak.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sambas, Pemerintah Desa Sendoyan, penyuluh pertanian, PLN UID Kalbar melalui pelatihan budidaya, serta Bank Indonesia Kalbar dalam penyediaan sarana dan prasarana pascapanen.
Dedi mengatakan pengembangan komoditas tidak berhenti pada sisi budidaya. Pihaknya juga membangun kepastian pasar melalui kerja sama dengan pelaku usaha kopi di Kota Pontianak, 101 Coffee House, sehingga petani memiliki akses pasar dan daya tawar yang lebih baik.
Selain kopi, Dedi mengembangkan hilirisasi komoditas lada melalui produk lada bubuk kemasan bermerek Lada Batu Layar. Produk tersebut dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus menyediakan produk olahan dari daerah produksi.
"Atas inisiasi ini, produk lada bubuk alhamdulillah sudah menjadi bukan hanya produk unggulan desa, namun sudah menjadi produk unggulan Kabupaten Sambas melalui SK Bupati," katanya.
Pengembangan Lada Batu Layar kemudian berkembang menjadi Koperasi Srikandi Jaya Sambas dan mendorong hadirnya Sentra IKM Lada Sambas di Desa Sendoyan. Sentra tersebut dibangun dengan total pagu hampir Rp6 miliar sebagai bagian dari upaya hilirisasi komoditas lada untuk mendukung pengembangan produk hingga pasar ekspor.
Dedi mengatakan pengembangan kopi dan lada di Sendoyan terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Terbaru, PLN UPT Pontianak dan UIP3B Kalimantan turut mendukung pengembangan kebun integrasi kopi dan lada di wilayah tersebut.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.