Perbaikan jalan Kalirejo-Pringsewu Lampung selesai pada Oktober 2026
Sabtu, 15 Agustus 2026 21:38 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau progres perbaikan jalan ruas Kalirejo-Pringsewu. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Kami sudah melakukan pemeriksaan progres pengerjaan jalan
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyebutkan pengerjaan perbaikan ruas jalan Kalirejo (Kabupaten Lampung Tengah) ke Kabupaten Pringsewu dapat selesai pada pertengahan Oktober 2026.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan progres pengerjaan jalan. Diharapkan pertengahan Oktober ruas jalan ini sudah bisa digunakan," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Sabtu.
Ia mengatakan dari hasil peninjauan, dapat dipastikan kondisi konstruksi yang sedang dikerjakan sudah semakin kuat. Pemerintah daerah menargetkan segmen yang saat ini ditangani dapat selesai, serta mulai digunakan masyarakat pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
"Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat penanganan ruas jalan Kalirejo-Pringsewu yang menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian antara Kabupaten Lampung Tengah dan Pringsewu," katanya.
Dia menjelaskan ruas jalan sepanjang 16,3 kilometer tersebut setiap harinya dilalui sekitar 15.000 kendaraan, termasuk kendaraan berat pengangkut material.
Sehingga dengan adanya kondisi tersebut, membuat perbaikan jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran perjalanan, tetapi juga menjamin keselamatan masyarakat serta keberlangsungan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur tersebut.
"Penanganan ruas jalan tersebut difokuskan pada segmen sepanjang 2,7 kilometer dengan nilai pekerjaan sekitar Rp23,9 miliar. Pekerjaan menggunakan konstruksi perkerasan kaku dengan ketebalan beton sekitar 31 sentimeter," ucap dia.
Kemudian dilengkapi dengan rabat beton selebar satu meter di sisi jalan, serta pembangunan" box culvert" dan gorong-gorong untuk mendukung sistem irigasi lahan pertanian masyarakat.
"Banyaknya kendaraan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kondisi ruas tersebut, terlebih lagi banyak kendaraan berat dengan muatan sekitar 25-30 ton yang melintas membawa material seperti pasir, kuarsa dan batu granit. Jalan ini cukup padat, dan menghubungkan Lampung Tengah dengan Pringsewu. Hampir 15.000 kendaraan melintas setiap hari, dan banyak di antaranya kendaraan besar," tambahnya.
Menurut dia, adanya perbaikan jalan, juga perlu diikuti dengan pengaturan kendaraan berat agar infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan lebih lama.
"Pemerintah pun terus mendorong kendaraan dengan muatan besar untuk menggunakan jalur yang sesuai, termasuk jalan tol. Sehingga beban pada jalan provinsi dapat dikurangi," ujar dia.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.