Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:05 WIB
VIVA – Bagi penikmat musik era 1970-an hingga 1980-an, nama Daniel Sahuleka tentu bukan sosok yang asing. Penyanyi berdarah Indonesia-Belanda ini melahirkan sejumlah lagu yang masih dikenang hingga sekarang, seperti You Make My World So Colourful dan Don't Sleep Away the Night.
Baca Juga
Suara khas dan sentuhan pop-jazz yang dibawakannya membuat Daniel berhasil menembus pasar musik internasional, terutama di Eropa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, perjalanan menuju kesuksesan itu tidak diraih dalam semalam. Jauh sebelum namanya dikenal sebagai musisi papan atas, Daniel Sahuleka pernah menjalani kehidupan yang jauh dari gemerlap panggung. Ia bekerja sebagai pegawai perusahaan listrik pada siang hari, lalu menghabiskan malam dengan bernyanyi di kafe-kafe lokal demi mengejar impiannya menjadi penyanyi profesional.
Baca Juga
Lahir di Semarang, Tumbuh dengan Akar Budaya Indonesia
Daniel Sahuleka sendiri lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 6 Desember 1950. Ia merupakan putra dari Simon Pieter Sahuleka yang berasal dari Saparua, Maluku, dan Juarsi Mohanab yang lahir di Pontianak, Kalimantan Barat. Dari garis ibunya, Daniel juga memiliki darah Sunda dan Tionghoa.
Baca Juga
Meski kemudian menetap di Belanda, kedekatan Daniel dengan Indonesia tetap terasa dalam perjalanan hidup maupun karya-karyanya. Beberapa lagu yang diciptakannya bahkan menghadirkan nuansa musik yang terinspirasi dari tanah leluhurnya di Maluku.
Pernah Menjadi Pegawai Perusahaan Listrik
Perjalanan karier Daniel dimulai jauh sebelum ia dikenal sebagai penyanyi internasional. Saat berusia 18 tahun, ia bekerja sebagai pegawai di perusahaan listrik HF Waalders yang berada di Winterswijk, Belanda.
Di sela-sela pekerjaannya, Daniel tidak pernah meninggalkan kecintaannya pada musik. Setiap malam, ia tampil di berbagai kafe lokal untuk mengasah kemampuan bernyanyi sekaligus mencari pengalaman tampil di depan penonton.
Rutinitas itu dijalaninya dengan penuh konsistensi. Siang hari ia bekerja seperti karyawan pada umumnya, sedangkan malam hari ia mengejar cita-citanya sebagai musisi. Pengalaman tampil dari satu panggung kecil ke panggung lainnya perlahan membuka jalan menuju industri rekaman.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dukungan Sang Istri Menjadi Titik Balik
Perubahan besar dalam hidup Daniel datang berkat dukungan sang istri, Alice Sahuleka. Melihat bakat yang dimiliki suaminya, Alice mendorong Daniel untuk mencoba masuk ke dapur rekaman agar karya-karyanya dapat didengar lebih banyak orang.
Halaman Selanjutnya
Kesempatan itu akhirnya datang pada 1977 ketika penyanyi pop Belanda, Rudy Bennett, mengajaknya bergabung dengan Polydor Records di Blaricum, Belanda Utara.