Pernyataan Ed Sheeran soal Macklemore yang Didepak dari Tur: Bukan Keputusan Saya

Liputan6.com, Jakarta - Pernyataan Macklemore, di konser The Loop Tour milik Ed Sheeran banyak diperbincangkan di media sosial. Banyak yang menyuarakan dukungan, tapi ada juga yang menentang. Pada akhirnya, rapper AS berusia 43 tahun itu pun didepak dari jadwal konser yang tersisa.

Ed Sheeran juga telah memberikan pernyataannya mengenai keputusan yang diambil untuk mengeluarkan sahabatnya selama 13 tahun itu dari rangkaian pertunjukan.

Saya sangat prihatin dengan konflik antara Israel dan Palestina,” kata penyanyi berusia 35 tahun itu memulai. “Tempat-tempat pertunjukan di tanggal tur saya mendatang memberi tahu bahwa mereka akan membatalkan pertunjukan jika dia masih menjadi penampil pendukung.”

Pelantun lagu “Perfect” itu menjelaskan bahwa keputusan tersebut dikeluarkan oleh promotor, bukan dari dirinya. “Keputusan Macklemore untuk keluar dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya,” tulisnya dilansir oleh People, Selasa (15/0/2026).

“Saya menghormati keteguhan tekad Macklemore untuk berdiri dan meneriakkan apa yang dia yakini,” lanjutnya.

Di sisi lain Macklemore juga merilis pernyataan yang membahas mengenai percakapan telepon antara Ed dan Robert Kraft, pemilik salah satu stadion yang akan disinggahi saat tur “Loop.”

“Ed memberi tahu saya bahwa Kraft mengatakan saya tidak akan diizinkan tampil di stadionnya,” tulisnya. “Ed juga memberi tahu saya bahwa Kraft telah mengumpulkan beberapa pemilik stadion lain dan secara kolektif mereka memberinya ultimatum: jika Macklemore tetap berada di tur, Anda tidak akan diizinkan bermain di tempat kami.”

Penyanyi “Thrift Shop” itu kemudian mengungkapkan bahwa dua pertunjukkan dengan pidatonya tersebut sudah membuatnya sangat bangga.

“Saya tidak butuh 10 pertunjukan dari Ed. Saya hanya butuh dua. Dua kesempatan tampil di depan 90 ribu orang dan mengatakan sesuatu yang terkadang menjadi sangat berbahaya untuk dikatakan,” tuturnya.

Macklemore Suarakan “Bebaskan Palestina!”

Macklemore. (ARNAUD FINISTRE / AFP)

Perbesar

Macklemore. (ARNAUD FINISTRE / AFP)

Sebelumnya, dalam konser Ed Sheeran pada Jumat-Sabtu (5-6/9/2026), Macklemore menunjukkan dukungannya terhadap warga Palestina dengan menyuarakan “Bebaskan Palestina!” dan menyampaikan pesan bahwa ia ingin orang-orang di Gaza yang tertindas tahu bahwa mereka tidak dilupakan.

“Saya percaya bahwa setiap manusia yang berjalan di muka bumi ini berhak atas kebebasan yang sama persis,” katanya dilansir dari Variety, Minggu (6/9/2026). Ia pun mengulangi pernyataan tersebut di hari kedua ia tampil.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Penampilannya itu pun memicu petisi dari Dewan Israel-Amerika yang menuntut agar pelantun “Glorious” tersebut dikeluarkan dari rangkaian tur “Loop” lainnya. “Ini adalah konser Ed Sheeran, bukan rapat umum politik, bukan protes, dan bukan acara aktivis. Isunya bukanlah apakah Macklemore berhak memiliki pandangan politik. Pertanyaannya adalah di mana batasan harus ditarik ketika seorang penampil pembuka menggunakan platform konser global untuk memajukan agenda politik sepihak,” begitu bunyi petisi tersebut.